Foto: dok PBSI

Setelah Bertanding, Tim Suhandinata Indonesia Kenali Budaya Basque

Foto: dok PBSI

Foto: dok PBSI

BILBAO, suaramerdeka.com - Perebutan Piala Suhandinata sudah berakhir Minggu (6/11). Dalam kejuaraan bulu tangkis beregu yunior antarnegara itu, Tiongkok kembali menjadi juara, sementara Indonesia harus puas di urutan kelima. Perjuangan tim muda Indonesia belum berakhir, mereka akan menyongsong laga individu dan memperebutkan Piala Eye Level, mulai Selasa (8/11) hari ini.

Sementara itu, Senin (7/11), selepas Piala Suhandinata panitia memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk bisa lebih mengenal musik, budaya dan olahraga tradisional Basque, Spanyol, melalui acara ”Cultural Day: Badminton Basque Fest”.

Tim Indonesia mengikuti tur ini bersama dengan seluruh pelatih dan ofisial. Tim diajak untuk berkeliling Kota Bilbao dengan menggunakan perahu mesin yang membelah sungai di tengah kota. Setelah itu, baru mereka dikenalkan kepada berbagai macam olahraga tradisional seperti aizkora proba, bola jokoa, igel jokoa dan lain-lain.

Aizkora proba adalah olahraga yang melombakan memotong kayu. Beberapa atlet Tanah Air pun sempat mencoba permainan ini, di antaranya Angelica Wiratama. Adapun Amri Syahnawi sempat mencoba permainan igel jokoa, yaitu memasukan batu berbentuk koin ke mulut sebuah patung katak.

“Kegiatan ini bagus, karena kami bisa refreshing setelah satu minggu pertandingan, dan ini juga sekalian menambah pengetahuan. Dengan refresh gini, semoga anak-anak nanti bisa kembali fokus untuk pertandingan individunya,” ujar pelatih ganda putri, Endang Nursugianti.

Keseruan ditutup dengan mengunjungi Musium Maritim Bilbao. Di sini, para atlet selain diajak untuk melihat sejarah maritim Kota Bilbao, juga disediakan booth foto instan agar mereka bisa berfoto dan langsung membawa hasil foto yang mereka cetak.

(Wahyu Wijayanto / CN26)

Comments

comments