Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Sepatu Roda Jateng Loloskan 11 Roller ke PON

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

SEMARANG, suaramerdeka.com – Kontingen sepatu roda Jateng tampil melebihi ekspektasi pada Pra-PON yang berlangsung di Gor Saparua Bandung dan berakhir Minggu (6/12). Mereka meloloskan semua roller (11 atlet) ke PON XIX/Jabar 2016 mendatang.

Hasil itu tidak lepas dari medali yang didapat. Jateng membawa pulang lima emas, tiga perak dan dua perunggu. Hanya selisih empat perunggu dengan DKI Jakarta yang menjadi juara umum dengan lima emas, tiga perak, enam perunggu. Adapun di posisi ketiga ditempati Jatim dengan tiga perunggu.

”Melihat keterbatasan yang ada, target kami sebenarnya hanya dua sampai empat emas. Tetapi para roller tetap semangat dan hasilnya melebihi ekspektasi. Kami terus bersaing dengan DKI hingga hari terakhir. Dengan hasil ini, 11 roller lolos ke PON XIX/Jabar 2016,” ujar Manajer Tim Pra-PON sepatu roda Jateng, Henny Wijayanti.

Pada Pra-PON tersebut, Jateng diperkuat, Allan Chandra, Arif Rachman, Aditya Kusuma, M Bagus Laksmendra, Enrico Devin dan Viero Abimanyu di bagian putra. Kemudian di bagian putri ada nama Ajeng Anindya Prasalita, Riski Adyan, Benita Triana, Denta Iswara, dan Abigail Nimas.

Lima emas disumbangkan roller senior, masing-masing oleh Allan Chandra di nomor sprint 300m. Kemudian Ajeng Anindya Prasalita yang menyumbang dua medali emas di nomor 1.000m dan point to point (PTT) 10.000m. Sedangkan dua medali emas lainnya oleh tim beregu putra Jateng di nomor team time trial (TTT) 3.000m dan relay  5.000m. Tim beregu putra Jateng beranggotakan Arif Rachman, Allan Chandra, Bagus Laksmendra dan Aditya Kusuma.

Adapun tiga perak diraih, Aditya Kusuma di nomor 500m putra. Kemudian Arif Rachman di nomor marathon 21km dan Allan Chandra di nomor 10km putra. Adapun tambahan dua perunggu dari Denta Iswara di nomor 500m putri dan beregu team time trial (TTT) 5000m atas nama Ajeng, Denta, Riski dan Benita.

Sebenarnya, Jateng dapat menambah perak dari nomor beregu TTT 3000m putri. Sayang, Jateng didiskualifikasi karena dianggap menyalahi aturan. Saat bertanding roller Jateng menyentuh rekannya saat pergantian. Panitia kemudian mendiskualifikasi.

”Kami sudah mengajukan protes karena aturan tersebut tidak dibicarakan pada temu teknik. Namun, panitia mengaku melakukan kesalahan saat temu teknik dan sudah membuat pernyataan. Jateng tetap didiskualifikasi di nomor tersebut,” tandas Henny.

(Hendra Setiawan / CN26)

Comments

comments