Foto: suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto

Sean Langsung Bersiap Taklukkan Tantangan Baku

Foto: suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto

Foto: suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto

MONAKO, suaramerdeka.com – Usai seri kedua di Circuit de Monaco, Monte Carlo, para pembalap GP2 memiliki waktu tiga pekan sebelum kembali beraksi di sirkuit jalan raya Baku, Azerbaijan.

Bagi pembalap Indonesia, Sean Gelael, sirkuit ini terasa asing karena belum pernah dijajal. Meski begitu, pembalap Tim Pertamina Campos Racing yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia ituy, malah tertantang.

Menurutnya, selalu ada yang pertama bagi pembalap dalam balapan di sebuah sirkuit. Tetapi secara umum informasi mengenai sirkuit yang belum pernah dijajal bisa diketahui dari data yang dikumpulkan oleh tim, latihan simulator, atau dari pengalaman pebalap lain.

“Kami tidak boleh khawatir berlebihan jika harus balapan di sirkuit yang baru, karena kami selalu melewati yang pertama sebelum mendapat sebuah pengalaman. Jadi, hal yang terpenting adalah mempersiapkan diri, bagaimana kami memanfaatkan waktu saat persiapan dan sesi latihan di sirkuit,” ujar putra pasangan mantan pembalap Indonesia Ricardo Gelael dan artis peran senior Rini S Bono itu, dalam keterangan tertulis kepada Suaramerdeka.com.

Seperti kita ketahui, GP2 pada tahun 2016 akan digelar perdana di Sirkuit Baku, yang sekaligus menjadi tuan rumah perdana balap Formula 1 pada tanggal 17-19 Juni 2016. Setelah itu, pembalap akan menjalani bulan yang padat karena ada empat seri balap beruntun, yakni Austria, Inggris, Hungaria dan Jerman.

Sirkuit Baku dirancang arsitek ternama asal Jerman Hermann Tilke dan memiliki panjang enam kilometer dengan 20 tikungan.

Jalur balapan dari sirkuit ini terkenal sangat eksotis karena melewati kota tua Baku, pesisir pantai Kaspia, dan danau terluas di dunia. Bahkan sirkuit Baku disebut-sebut menyaingi Sirkuit Monaco dari sisi keindahan maupun dari sisi besarnya tantangan buat pebalap.

Pada dua balapan di Barcelona dan Monaco, Sean mendapatkan pelajaran yang berharga. Di Barcelona, Sean sempat dua kali terkena penalti akibat dinilai melanggar batas kecepatan di pit line dan memepet pebalap lain. Ia dua kali finis di posisi 13 pada feature race dan sprint race.

Adapun balapan di Monako Sean mendapat pelajaran pentingnya menjaga kesabaran untuk menyusul pembalap lain. Pada race pertama Sean finis ke -13. Namun di race kedua ia gagal finis karena mobilnya slip dan menabrak pembatas sirkuit saat berupaya menekan pembalap di depannya.

(Wahyu Wijayanto/CN39/SM Network)

Comments

comments