Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Satya Wacana Tutup Seri Bandung dengan Kekalahan

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

BANDUNG, suaramerdeka.com - Tim basket Satya Wacana ACA LBC Salatiga menutup Speedy National Basketball League (NBL) Indonesia seri II dengan kekalahan. Hal tersebut setelah Respati Ragil Pamungkas dkk dijungkalkan Hangtuan Sumsel IM, 61-7 dalam duel di GOR C-TRA Arena Bandung, Minggu (14/12).

Dengan hasil itu, Satya Wacana hanya mengemas satu kemenangan di Kota Kembang saat mengalahkan Bimasakti Nikko Steel Malang, 72-69 (10/12).

Mereka tertahan di posisi enam dengan sembilan poin dari tujuh laga. ”Secara hasil tidak memenuhi target karena seri Bandung bisa meraih dua kemengan. Faktor mental pemain cukup berpengaruh setelah dua kali kalah telak,” kata manajer Zaki Iskandar.

Sejatinya, tim yang bermarkas di GOR Putera Abadi Salatiga tersebut berhasarat meraih kemenangan atas skuad asuhan Tondi Raja Syailendra demi status heppy ending. Namun, Hangtuah yang juga memburu momentum kemenangan memberikan perlawanan sengit sejak kuarter pertama. Laga sempat berjalan imbang di kuarter pertama.

Jual-beli terjadi di kuarter itu melalui rookie Andre Adrianno di kubu Satya Wacana serta Richardo Orlando Uneputty. Ketatnya babak pembuka memaksa skor imbang 18-18 di akhir kuarter. Pertarungan tak berubah memasuki kuarter kedua.

Namun, dimatikannya dua mesin poin Satya Wacana Respati Ragil dan Yo Sua membuat anak-anak Salatiga tak berkutik. Hasilnya Hangtuah semakin jauh meninggalkan lawannya di kuarter ketiga dengan 57-43 hingga akhirnya tim Sumsel itu memenangkan laga.

“Ketergantungan anak-anak dengan Respati dan Yo Sua sangat tinggi. Sehingga begitu keduanya dimatikan lawan, kontribusi pemain lain sangat kurang. Ini menjadi evaluasi sebelum seri berikutnya,” ujar sang manajer.

Di sisi lain, pelatih Efri Meldi bersyukur dengan menggenggam satu kemenangan tiap serinya. Dalam jeda sebulan sebelum seri III di Malang, 14-18 Januari tahun depan, berbagai pembenahan akan dilakukan. Sistem defense, fisik hingga problem mental menjadi fokus utama sang pelatih usai kembali ke Salatiga.

“Masih ada waktu satu bulan guna mengikis segala kekurangan dalam dua seri. Yang terpenting mengangkat mental bertanding pemain yang menurun,” tandas Efri.

(Ronald Seger Prabowo / CN26)

Comments

comments