Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Satya Wacana Memburu Tuah Laga Pembuka

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SALATIGA, suaramerdeka.com - Tim basket Satya Wacana ACA LBC Salatiga memburu tuah kemenangan pada laga pembuka Speedy NBL Indonesia seri III. Ambisi tersebut bakal diwujudkan Respati Ragil Pamungkas dkk saat menghadapi NSH GMC GSBC Jakarta di GOR Bimasakti Malang, Rabu (14/1).

”Kami mencoba mempertahankan rekor seratus persen menang di laga pembuka. Raihan hasil positif sekaligus mendongkrak mental bertanding pemain yang sempat drop,” kata manajer tim Zaki Iskandar, Selasa (13/1).

Dalam partai pembuka dua seri awal di Jakarta dan Bandung, skuad asuhan Efri Meldi itu selalu memetik hasl maksimal. Di seri pembuka Ibu Kota 3 Desember silam, tim yang bermarkas di GOR Putera Abadi Salatiga tersebut sukses membekap JNE BSC Bandung Utama 71-55.

Sementara laga pertama di Kota Kembang, mereka juga meraih poin absolut saat mengalahkan Bimasakti Nikko Steel Malang 72-69. Tak hanya itu, Satya Wacana juga menargetkan dua kemenangan lain saat menghadapi Pacific Caesar Surabaya (17/1) dan Stadium Jakarta (18/1).

Sementara satu laga melawan juara bertahan M88 Aspac Jakarta (15/1) tak serta-merta dilepas. ”Target itu saya rasa cukup realistis karena kami selalu unggul head to head saat melawan GMC maupun Pasific. Terlebih Stadium juga belum menemukan bentuk permainan terbaik seperti musim lalu,” papar Efri.

Untuk itu, mantan pelatih PON Jateng tersebut memboyong 12 pemain terbaik dari total 15 personel ke Kota Apel. Tiga pemain yang ditinggal di Salatiga adalah small forward Arnold Angriawan, Putra Mahandari serta shooting guard Ardian Ariadi yang mengalami cedera.

Berbagai pola permainan juga telah dipersiapkan berdasarkan pengamatan serta evaluasi dua seri yang sebelumnya. Efri menjelaskan, kelemahan utama timnya yakni ketergantungan Respati Ragil Pamungkas serta Yo Sua sebagai pendulang poin telah menemukan solusi.

Rookie Andre Adrianno yang bermain impresif di dua seri awal bakal menjadi supersub yang bisa diandalkan. ”Melawan GMC adalah momentum kebangkitan anak-anak. Semoga problem mental pemain saat seri lalu bisa diminimalisir,” tandas Efri.

(Ronald Seger Prabowo / CN26)

Comments

comments