Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Satya Wacana Bertekad Kalahkan CLS Surabaya

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

SALATIGA, suaramerdeka.com - Satya Wacana Salatiga bakal menjalani ”laga debut” di babak play-off Indonesian Basketball League (IBL) 2016, Selasa (17/5). Respati Ragil Pamungkas menantang jawara reguler season, CLS Knight Surabaya di GOR Britama Arena Jakarta. Pelatih Efri Meldi bertekad mematikan strategi fast break atau passing cepat lawan agar tak pulang ke Salatiga lebih dini.

”Kami banyak belajar dari tiga kekalahan sebelumnya plus rekaman pertandingan. Fast break mereka sangat rapi dan sudah kami antisipasi selama latihan di Salatiga,” kata Efri, Senin (16/5).

Tim Kota Pahlawan memang memiliki materi pemain kelas wahid. Jamarr Andre Johnson, Mario Wuysang, Sandy Febiansyakh, Rachmad Febri Utomo dan Muhammad Thoyib mampu menjalankan strategi fast break yang diterapkan pelatih Wahyu Widayat Jati. Belum lagi mantan penggawa Satya Wacana, Kaleb Ramot Gemilang yang kembali menemukan performa terbaik usai dihantam cedera parah.

Namun Efri tak gentar dan menyebut skuatnya bakal tampil tanpa beban agar strategi yang telah dirancang bisa berjalan. Apalagi tim yang bermarkas di GOR Putera Abadi Salatiga akan diperkuat power forward Yoppi France Giay. Pemain asal Jayapura itu absen sejak pertengahan babak reguler akibat cedera.

Hadirnya Yoppi membuat Satya Wacana kembali memiliki empat big man selain Firman Dwi Nugroho, Mustofa Ramadhan dan Vincent Sanjaya. ”Seluruh pemain dalam kondisi fit dan semuanya diboyong ke Jakarta. Kami tak hanya ingin sebagai pelengkap namun menciptakan kejutan lolos ke semifinal,” tutur arsitek PON Jateng tersebut.

Sementara kapten tim Respati Ragil menyebut dua pemain yakni, Mario Wuysang dan Jamarr Andre bakal jadi ancaman terberat. Dua pemain itu dianggap sebagai otak permainan CLS Surabaya. Apalagi Jammar merupakan top poin sementara dengan rata-rata mengemas 15.25 per laga.

Pemain naturalisasi itu juga masuk nominasi Most Valuable Player (MVP) bersama Firman Dwi dan Andakara Prastawa Dhyaksa (M88 Aspac Jakarta). ”Keduanya jadi nyawa CLS. Namun saya dan teman-teman punya modal semangat juang untuk mengalahkan mereka,” ujar Respati.

(Ronald Seger Prabowo / CN26)

Comments

comments