Foto: liputan6

Satlak Prima Klaim Pembinaan Olahraga Berjalan Sesuai Jalur

Foto: liputan6

Foto: liputan6

JAKARTA, suaramerdeka.com - Satlak Prima mengklaim pembinaan olahraga di Indonesia sudah tepat seiring suksesnya ganda campuran bulu tangkis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih medali emas di Olimpiade Rio 2016. Begitu pula berhasilnya lifter Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni yang membawa pulang perak.

“Keberhasilan menyambung tradisi emas yang terputus di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan menjadikan cabang olahraga angkat besi sebagai salah satu cabor andalan yang tidak pernah putus meraih medali sejak Olimpiade Sydney 2000 itu harus dijadikan momentum untuk kebangkitkan olahraga Indonesia ke depan. Dan, kesuksesan ini juga sebagai pembuktian bahwa Indonesia sudah on the track dalam melakukan pembinaan olahraga,” ujar Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto, mengevaluasi hasil Olimpiade Rio 2016.

Menurut Soetjipto, persiapan Indonesia dalam menghadapi Olimpiade Rio 2016 mengalami kemajuan dan jauh lebih bagus dibanding sebelumnya, baik dalam pengelolaan, komunikasi maupun hasil yang dicapai.

Contohnya, di cabang bulu tangkis yang sebelumnya dikuasai Tiongkok pada Olimpiade London 2012, Indonesia berhasil mengembalikan tradisi emas lewat penampilan Tontowi/LIliyana.

“Di Olimpiade London 2012, China menguasai lima medali emas. Tetapi, di Rio de Janeiro untuk merebut dua medali emas saja China mengalami kesulitan. Di sini, China bukan mengalami kemunduran tetapi Indonesia mengalami kemajuan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku tetap tidak puas dengan torehan Kontingen Indonesia yang hanya membawa pulang satu emas dan dua perak. “Tentu tidak (puas). Tadinya, target kita adalah tiga medali emas tapi ada faktor eksternal di luar kendali,” katanya.

Dijelaskan Soetjipto, olahraga prestasi  sudah berkembang menjadi bisnis yang sangat keras dengan investasi yang besar. Oleh karena itu, Indonesia yang ikut di dalam ajang internasional harus membenahi olahraga, bukan lagi sebagai hobi tetapi merupakan arena pertandingan untuk menunjukkan keunggulan suatu bangsa.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments