JUARA: Paralimpian David Jacobs melepas bola saat duet sama Komet Akbar pada ASEAN Para Games di Incheon, Korea, tahun lalu. Keduanya menjadi juara beregu pada ajang terbuka di Slovenia dan Slovakia, pekan lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Satlak Prima Diminta Kaji Ulang Hasil Seleknas Tenis Meja

JUARA: Paralimpian David Jacobs melepas bola saat duet sama Komet Akbar pada ASEAN Para Games di Incheon, Korea, tahun lalu. Keduanya menjadi juara beregu pada ajang terbuka di Slovenia dan Slovakia, pekan lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

JAKARTA, suaramerdeka.com – PB PTMSI meminta Satlak Prima agar mengkaji ulang hasil seleksi nasional tenis meja yang digelar di Karanganyar, awal Desember lalu.

Permintaan itu disampaikan karena hasil seleksi dinilai tidak mencerminkan kekuatan Indonesia. “Saya prihatin dengan hasil seleknas yang dilaksanakan Satlak Prima di Karanganyar, 3-5 Desember lalu. Pemain yang terpilih, khususnya di bagian putri bukan mencerminkan kekuatan terbaik tenis meja Indonesia saat ini,” ujar Sekjen PB PTMSI Robert Hermawan.

Dia mengatakan, dalam proses pemanggilan pemain untuk mengikuti seleksi tidak murni diserahkan kepada PB PTMSI. Padahal PB PTMSI melalui surat Nomor 51/PB PTMSI/X/2016 tertanggal 23 November 2016, telah mengajukan nama-nama pemain terbaik Indonesia untuk tampil dalam seleksi. Namun hal itu tidak diakomodir karena Satlak Prima menyerahkan pemanggilan pemain kepada panitia seleknas yang dipimpin Toni Meringgi.

“Dalam daftar yang kami ajukan, semua pemain terbaik Indonesia yang merupakan juara-juara PON 2016, Kejurnas 2015, dan turnamen-turnamen lainnya termasuk juga hasil SEA Games 2015 dan SEATA 2014 kami masukkan. Tetapi itu tidak diterima sehingga hasil seleknas jauh dari harapan. Juga seleknas dilakukan tidak memakai sistem round robin, tapi dengan sistem pool,” tegas Robert.

Nama-nama yang diajukan PB PTMSI untuk putra adalah Ficky Supit, Gilang Maulana, Bima Abdi Negara, Lucky Oktora Pemanda, Syafri Setiawan, Hendra P Wijaya, Muhamad Arda, Dahlan Harun, Fernado Palar, Taufik Zikri, Lucky Purkanie, Yulius Dwi Cahyo dan M Zahru Nailu. Sedangkan untuk putri terdiri atas Christine Ferliani, Gustin Dwi Jayanti, Reza Amanda, Widya Wulansari, Kharisma Nur Hawwa, Amanda Nurhoir R, Rina Sintya, Mira Fitria, Winda Dwi Rahayu, Noor Azizah Dwi Agustin dan Stella Friska Palit.

“Kami ingin yang membela tim nasional itu mencerminkan kekuatan pemain terbaik Indonesia saat ini. Ini demi nama baik Merah Putih, juga untuk mengutamakan kepentingan atlet tenis meja yang sudah berlatih keras selama ini,” terangnya.

(Arif M Iqbal/CN39/SM Network)

Comments

comments