BEREBUT BOLA: Point Guard Sahabat Wisma Sehati Semarang, Rohtriastari (tengah) berebut bola dengan Agustin Elya Gradita Retong (kanan) dan Fany Kalumata saat bertanding pada WNBL di GOR Sahabat, beberapa waktu lalu.(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

Sahabat Tetap Lakukan Persiapan

BEREBUT BOLA: Point Guard Sahabat Wisma Sehati Semarang, Rohtriastari (tengah) berebut bola dengan Agustin Elya Gradita Retong (kanan) dan Fany Kalumata saat bertanding pada WNBL di GOR Sahabat, beberapa waktu lalu.(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

BEREBUT BOLA: Point Guard Sahabat Wisma Sehati Semarang, Rohtriastari (tengah) berebut bola dengan Agustin Elya Gradita Retong (kanan) dan Fany Kalumata saat bertanding pada WNBL di GOR Sahabat, beberapa waktu lalu.(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Kendati jadwal kompetisi belum ada kejelasan, tim basket putri Sahabat Wisma Sehati Semarang tetap mempersiapkan tim. Tim besutan Xaverius Wiwid itu akan berburu skuad untuk posisi point guard, shooting guard, dan center. Program ini untuk menutup kelemahan pada Women’s National Basketball League musim lalu.

“Selepas kompetisi tak ditangani oleh PT DBL, format kompetisi memang belum jelas. Kami masih menunggu keputusan PP Perbasi terkait kompetisi basket untuk wanita itu,” tutur Xaverius Wiwid, Senin (29/6).

Kendati demikian, latihan rutin tetap dilakukan oleh Natasha Debby dkk. Wiwid berharap, jadwal dan format kompetisi segera diputuskan.

Jika memang ada format kompetisi yang baru, haruslah lebih baik dari sebelumnya. Jika tidak, lebih baik PP Perbasi mempetimbangkan untuk kembali mempercayai PT DBL sebagai operator kompetisi. Manajer tim Sahabat Poa Seng Goeng menyayangkan jika kontrak PT DBL tak diperpanjang.

“Pembinaan basket di Indonesia selama empat tahun terakhir ini berkembang pesat. Ini dirasakan dengan keberhasilan tim putra dan putri Indonesia meraih perak SEA Games 2015 Singapura,” tutur pengusaha itu.

Pada rapat antara klub putri dan putra dengan PP Perbasi beberapa waktu lalu, ada beberapa promotor yang ingin menangani kompetisi basket profesional.

Namun, dari paparan yang disampaikan kepada klub kurang meyakinkan. Poa Seng menilai, operator kompetisi haruslah yang benar-benar profesional dan punya pengalaman menangangi event olahraga profesional. Dia meminta, agar otoritas basket tanah air tidak asal tunjuk.

“Kami memang memberi saran akan operator lama kembali dipercaya karena memang terbukti berhasil. Prestasi meningkat dan animo masyarakat akan basket juga makin besar,” tandas dia.

Klub Sahabat ingin agar PP Perbasi benar-benar jeli memilih promotor dan operator kompetisi basket.

(Krisnaji Satriawan/CN39/SM Network)

Comments

comments