Foto: Getty Images

Rossi: Saya Bisa Juara Andai Marquez Tak Ada

Foto: Getty Images

Foto: Getty Images

VALENCIA, suaramerdeka.com – Kepastian mengakhiri musim sebagai runner up membuat Valentino Rossi gembira. Meski begitu, Rossi merasa mampu menjadi juara, andai tak ada Marquez di atas lintasan.

“Aku senang bisa mengakhiri musim yang positif ini dengan balapan yang bagus, khususnya karena Valencia selalu sulit buatku. Aku mengalami banyak kesulitan di masa lalu. Bagiku, ini adalah musim yang bagus. Aku menikmatinya. Banyak podium, dua kemenangan, dan posisi kedua di klasemen akhir,” ujar Rossi yang dikutip Crash.

Dalam balapan terakhir di Valencia, Rossi finis kedua usai menyelesaikan lomba 3,5 detik di belakang Marquez. Hasil itu membuat Rossi menempati posisi kedua di klasemen akhir pebalap dengan total 295 poin. Perolehan poinnya terpaut 67 poin dari milik Marquez yang jadi juara dunia.

Dalam 18 seri yang digelar musim ini, Rossi meraih dua kemenangan di Misano dan Phillip Island dan 13 kali naik podium sepanjang musim. Rossi tercatat enam kali finis kedua dalam balapan. Setiap kali dia finis kedua, yang jadi pemenang lomba adalah Marquez.

“Setelah balapan pertama di Qatar, kupikir aku bisa sangat kompetitif sepanjang musim. Tapi, mungkin sulit mengalahkan dia (Marquez)! Dan pada akhirnya aku memang benar. Aku punya banyak poin, banyak podium, tapi cuma dua kemenangan dan Marc punya 13. Jadi, perbedaannya sangat besar. Kami harus berkonsentrasi pada diri sendiri, tim, dan khususnya motor untuk mencoba melangkah maju dan lebih dekat lagi tahun depan,” tambahnya.

Marquez musim ini sukses mengamankan gelar juara dunia MotoGP keduanya secara beruntun. Pebalap Repsol Honda itu meraih 13 kemenangan sepanjang musim, yang membuatnya memecahkan rekor jumlah kemenangan milik Mick Doohan.

“Ketidakberuntunganku bernama ‘Marc Marquez’, karena tanpa dia aku bisa menjadi juara dan memenangi banyak balapan. Dia tampil fantastis dan memenangi banyak balapan. Senang bisa bertarung dengannya, tapi kami tak tertinggal jauh dan kami tak pernah menyerah dan berusaha untuk mendekat,” kata rider 35 tahun ini.

(Andika Primasiwi, ds / CN26)

Comments

comments