Foto: crash.net

Rossi Lontarkan Kritikan untuk Honda

Foto: crash.net

Foto: crash.net

VALENCIA, suaramerdeka.com – Pebalap Yamaha, Valentino Rossi melontarkan kritikan kepada Honda yang dinilainya membiarkan pebalapnya justru mendukung rider lain dan menghalangi rekan sendiri. Hal itu dilontarkan Rossi usai kalah dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015.

“Saya pikir kejuaraan ini punya potensi untuk menjadi salah satu yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir karena pertarungan dengan Jorge sampai ke balapan terakhir. Tapi sayangnya di tiga balapan terakhir ada perubahan dan sesuatu hal terjadi tanpa ada yang menduga. Awalnya saya (yang menduga), tapi kemudian banyak orang. Marc Marquez memutuskan untuk melindungi Lorenzo dan membantunya menjadi juara dunia,” ucap Rossi.

Nampaknya, rasa kecewa Rossi kepada Marquez masih terkait dengan tudingan kalau rider Honda itu membantu Lorenzo merebut gelar juara dunia. Dari apa yang dilakukan di Phillip Island, berlanjut ke Sepang dan berakhir dengan aksi ‘mengawal’ di Ricardo Tormo.

“Balapan hari ini memalukan. Lap terakhir saya pikir buruk untuk olahraga ini, karena telah terjadi sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dan saya tidak putus asa karena saya pikir saya telah memainkan kartu saya dengan cara terbaik, tapi saya sangat sedih dengan cara balapan ini berakhir.”

Diakui Rossi, dia sudah siap menerima kekalahan dalam pertarungan dengan Lorenzo serta mengakui keuggulan rekan setimnya itu. Tapi yang sulit diterima adalah aksi Marquez yang dianggapnya tidak fair karena membantu Lorenzo.

“Saya suda siap kalah dari Jorge, yang selalu sangat cepat, tapi cara ini tidaklah adil,” lanjut rider 36 tahun itu di depan wartawan, kru dan tamu Yamaha serta beberapa fansnya.

Bukan cuma Marquez yang diserang Rossi. Rider pengumpul sembilan gelar juara dunia itu juga mengritik tim Honda yang dianggap telah membiarkan pebalapnya justru mendukung rider tim lain, dan di saat bersamaan justru menghalangi rekan setimnya.

“Buat saya posisi Honda sangat aneh. Saya tidak tahu bagaimana sebuah pabrikan bisa mengizinkan satu pebalapnya membantu Yamaha meraih kemenangan dan pebalap itu justru bertarung dengan rekannya sendiri (Pedrosa). Itu sangat aneh. Tapi saya tidak memahaminya,” lanjut Rossi di Crash.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments