Foto: crash.net

Rossi Bertekad Naik Podium di Aragon

Foto: crash.net

Foto: crash.net

ARAGON, suaramerdeka.com - Valentino Rossi bertekad kembali naik podium demi menjaga keunggulan di puncak klasemen dalam balapan di Aragon, akhir pekan ini.

“Seperti yang sudah saya katakan berulang kali, kini setiap balapan punya kisahnya masing-masing. Mulai dari sini ada lima balapan sampai musim berakhir. Aku tak tahu apa itu banyak atau sedikit, tergantung sudut pandangnya, tapi yang aku tahu adalah penting untuk memenangi balapan-balapan,” kata Rossi di Crash.

Dalam balapan terakhir di Misano, Rossi gagal meraih hasil manis. Sempat memimpin balapan, pebalap Movistar Yamaha itu hany  finis kelima dan rela rentetan podiumnya musim ini terhenti.

Meski begitu, keunggulan Rossi di puncak klasemen MotoGP tetaplah bertambah mengingat Jorge Lorenzo yang menjadi pesaing terdekatnya tidak mampu menuntaskan balapan akibat crash.

Keunggulan 23 poin kini dimiliki Rossi dengan lima seri tersisa, dengan Aragon pada akhir pekan menjadi yang pertama dari rentetan lima balapan final tersebut. Rossi tahu bahwa keunggulan tersebut sama sekali belum membuatnya bisa tenang.

“Sekarang berikutnya ada Aragon, sebuah sirkuit yang sudah kami uji beberapa pekan lalu. Hasilnya saat itu positif, tapi Jorge juga melaju dengan amat cepat. Biasanya para pesaing kami juga cepat di sini jadi ini akan jadi akhir pekan yang menantang,” kata Rossi.

Rossi juga kian waspada mengingat Aragon merupakan satu dari dua sirkuit di kalender musim ini yang belum pernah mampu ia menangi, bersama Circuit of the Americas. Dari lima penampilannya di Aragon, The Doctor cuma bisa meraih satu podium.

“Kami harus bekerja sebaik mungkin sedari hari pertama dan semoga data dari tes lalu akan membantu kami. Atmosfer di tim amatlah bagus, aku merasa oke, dan kami siap kembali lagi ke atas podium!” tegasnya.

Aragon juga menjadi sirkuit terakhir tempat Rossi gagal menyelesaikan balapan. Tahun lalu ia terjatuh di putaran-putaran awal balapan dan sempat mendapatkan pemeriksaan di rumah sakit.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments