Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Roller Senior Masih Jadi Tumpuan Jateng di Kualifikasi PON XIX

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Jateng masih bertumpu pada roller senior lama menghadapi babak kualifikasi PON XIX cabang sepatu roda. Nama-nama seperti Allan Chandra, Arif M Rahman, dan Ajeng Anindya diandalkan oleh provinsi ini meraih hasil maksimal di pra dan PON itu sendiri.

Pengprov Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Jateng akan melakukan persiapan. Kabid Bina Prestasi Porserosi Jateng, Atik Kusmiati menyatakan, hingga kini masih belum ada informasi dari PB Porserosi terkait tempat dan jadwal babak kualifikasi. Kendati demikian, pihaknya tetap mempersiapkan atlet sejak awal.

Salah satu langkah adalah memproyeksikan beberapa pesepatu roda dalam pemusatan latihan. ”Jadwal dan tempat pra-PON kemungkinan akan dilakukan saat rapat kerja nasional nanti. Kami masih menunggu undangan tersebut dari PB Porserosi,” tuturnya.

Selain ketiga roller senior itu, Porserosi juga menyiapkan atlet yang masuk dalam program PPLP Jateng. Setidaknya, lanjut dia, harus disiapkan delapan hingga sepuluh roller untuk menghadapi babak kualifikasi nanti.

Sebab, kemungkinan ada nomor relay yang akan diperlombakan. Dalam peltada, ada program <I>coaching clinic<P> bagi atlet Jateng yang diproyeksikan. Diharapkan dengan program ini, pemusatan latihan bisa maksimal. ”Kami tengah melakukan kaderisasi baik pelatih ataupun atlet. Roller senior seperti Ajeng, Allan, dan Arif kami berikan kepelatihan pelatih,” tutur Atik.

Dengan demikian, mereka bisa berbagai ilmu dengan yunior mereka yang kini ada di PPLP Jateng. Saat inipun ketiganya sudah menjadi pelatih di PPLP tersebut. Adapun coaching clinic itu akan digelar pada Februari mendatang.

Porserosi ingin menanamkan kesadaran bahwa atlet butuh masukan agar kualitasnya meningkat dan tekniknya harus dikembangkan. Jangan cepat puas dengan prestasi yang diraih selama mampu menjadi atlet.

(Krisnaji Satriawan / CN26)

Comments

comments