Rio Haryanto Jadi Pebalap Cadangan Manor

Foto: Yuri Kadobnov / AFP

Foto: Yuri Kadobnov / AFP

JAKARTA, suaramerdeka.com - Usai diputus kontrak oleh Manor, Rio Haryanto menerima tawaran menjadi pembalap pembalap cadangan tim asal Inggris tersebut di balap Formula One (F1). Pembalap asal Solo tersebut tak keberatan karena masih ingin berkiprah di lingkungan F1.

“Rio Haryanto akan tetap dengan tim untuk sisa musim ini, setelah menerima tawaran sebagai pembalap cadangan,” tulis Manor melalui situs resminya, Kamis (11/8).

Pengamat sekaligus komentator F1, M Wahab, Rio mengapresiasi langkah Rio yang tak menolak tawaran Manor sebagai pembalap pengganti. “Rio punya peran dalam pengembangan mobil Manor yang saat ini masih dalam tahap transformasi. Itu satu siklus yang harus dilalui Rio agar bisa tetap bertahan di F1,” kata Wahab.

Pengamat asal Solo ini menilai, kebijakan Manor memutus kontrak Rio bukan masalah prestasi. Menurutnya, persoalan ini murni karena anggaran, di mana pihak Rio tak bisa melunasi dana yang diminta Manor. Sebagai pay driver, Rio harus membeli kursi Manor Racing Team sebesar 15 juta euro atau setara Rp 225 miliar. Dari jumlah itu, hanya 8 juta euro yang bisa disetor bantuan dari Pertamina dan Kiky Sports.

Sisanya tak mampu dibayarkan yang membuat Rio diberhentikan di tengah jalan. “Sebenarnya Manor dan Rio itu sama-sama butuh. Manor butuh uang, sedangkan Rio butuh membalap di F1. Karena Rio tak bisa membayar sampai lunas, perjanjian itu selesai. Jadi, ini murni masalah dana, bukan prestasi. Kalaupun misalnya Rio dapat poin saat balapan, itu juga bukan jaminan dia bisa aman karena perjanjian bisnis mengatakan Rio harus membayar sampai lunas,” terang wahab.

Sejauh ini, Rio sudah membalap di F1 bersama Manor selama 12 seri dari total 21 seri. GP Hockenheim, Jerman, 31 Juli lalu jadi race terakhirnya di balapan jet darat. Untuk seri selanjutnya di GP Belgia 28 Agustus mendatang, posisi Rio akan digantikan pembalap Prancis, Esteban Ocon.

Wahab meminta Rio tak berkecil hati karena pintu membalap di F1 masih ada. Dengan masih eksis di tim Manor, meski sebagai pembalap cadangan, maka peluang Rio mengaspal lagi pada musim depan masih terbuka. Hanya saja, Wahab menyarankan agar pembalap asal Solo tersebut bergabung dengan tim papan tengah. “Kalau masih bergabung Manor, waktu Rio tidak banyak karena melihat usianya sekarang.

Apalagi Manor masih mencoba mengembangkan mobil dan itu butuh waktu lama. Dulu, Force India dari papan bawah ke papan tengah butuh tiga hingga empat musim, lalu Red Bull untuk menyempurnakan mobil sampai seperti sekarang butuh 5 musim. Jadi, kalau hanya di Manor, waktu Rio tidak banyak, lebih baik kejar tim papan tengah.

“Saya perkirakan kalau musim depan dapat tim papan tengah, bayarnya bisa 30 juta euro (sekitar Rp 500 miliar) dan itu bisa dipersiapkan dari sekarang,” terangnya.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments