TUMPAH RUAH: Ribuan penggemar sepeda motor Yamaha RX King tumpah ruah di Lapangan Desa Gembong, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Minggu (18/9) pada acara Aniversari 16 Tahun Bralink King Club. (suaramerdeka.com/Ryan Rachman)

Ribuan RX King Padati Purbalingga

TUMPAH RUAH: Ribuan penggemar sepeda motor Yamaha RX King tumpah ruah di Lapangan Desa Gembong, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Minggu (18/9) pada acara Aniversari 16 Tahun Bralink King Club. (suaramerdeka.com/Ryan Rachman)

TUMPAH RUAH: Ribuan penggemar sepeda motor Yamaha RX King tumpah ruah di Lapangan Desa Gembong, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Minggu (18/9) pada acara Aniversari 16 Tahun Bralink King Club. (suaramerdeka.com/Ryan Rachman)

PURBALINGGA, suaramerdeka.com – Lapangan Desa Gembong, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Minggu (18/9) pagi, dipadati lima ribu lebih para penggemar motor Yamaha RX King. Riungan knalpot yang memekak telinga dan asap putih mengepul berpadu dengan musik menghentak dari speaker di kiri kanan panggung.

Sejumlah biduan dangdut bergantian menghibur. Tidak ketinggalan band lokal mengajak para ‘raja’ berdansa. Di sudut lain, sejumlah motor dijajar untuk mengikuti kontes dari sisi orisinalitas maupun modifikasi. Tidak hanya itu, para King Rider juga dihibur dengan aksi dancer cantik dan seksi yang menari meliukkan tubuhnya di motor.

Itulah sedikit gambaran meriah dan asyiknya peringatan hari lahir Bralink King Club (BKC) Purbalingga yang ke-16. Gathering ini, kata Ketua BKC Purbalingga, Efendi, tidak hanya diikuti oleh para penggemar rajanya motor dua langkah (tak) dari Purbalingga saja. Banyak kawan-kawan rider (pesepeda motor) yang datang dari luar kota. Ada dari Tasikmalaya, Pandeglang, Yogyakarta, Semarang, Jakarta dan terjauh dari Medan.

“Selain acara hiburan, kami juga mendatangkan petugas dari Satlantas Polres Purbalingga untuk memberikan pendidikan lalu lintas kepada para rider. Jadi saat berkendara atau turing, kami juga harus taat terhadap aturan lalu lintas,” katanya.

BKC Purbalingga sendiri dibentuk pada tahun 2000. Saat itu, kata penasihat BKC Purbalingga, Kusmono, motor ini disebut sebagai ‘motor jambret’ karena banyak digunakan sebagai ‘motor dinas’ oleh pelaku kriminal untuk beraksi. Nah, untuk menepis anggapan itu, BKC pun didirikan, selain untuk mewadahi penggemar motor Yamaha RX King.

“Kami berkumpul dan saling bertukar informasi tentang motor legendaris ini. Kegiatan sosial sering kami lakukan untuk menunjukkan jika pengendara RX King itu bukanlah seorang kriminal,” kata pria yang juga bertugas sebagai polisi di Polsek Bobotsari ini.

(Ryan Rachman/CN39/SM Network)

 

Comments

comments