Foto: crash.net

Repsol Honda Hanya Bisa Hormati Keputusan Race Direction

Foto: crash.net

Foto: crash.net

AALST, suaramerdeka.com – Repsol Honda mengakui, hanya bisa menghormati keputusan Race Direction terkait hukuman yang diterima pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Di sisi lain, Repsol sendiri masih ragu apakah hukuman Rossi itu sudah tepat atau belum.

“Kami memiliki keraguan tentang manajemen balapan. Tapi meskipun kami ragu apakah keputusannya sudah tepat, kami hanya bisa menghormati mereka (Race Direction),” tutur Wakil Presiden Honda Racing Corporation, Shuhei Nakamoto, seperti diberitakan Speedweek.

Pria berusia 58 tahun itu, sulit menganggap sanksi Rossi sudah tepat, mengingat perilakunya di Grand Prix (GP) Malaysia yang bisa membahayakan Marc Marquez.

Pria Jepang itu lantas membandingkan pelanggaran The Doctor kepada mendiang Marco Simoncelli. Simoncelli pernah mendapatkan hukuman saat mengakibatkan Dani Pedrosa terjatuh di Le Mans pada 2011.

Saat itu, Simoncelli secara tidak sengaja membuat Pedrosa terjatuh hingga mengalami cedera bahu. Insiden itu pun membuat Simoncelli dikenakan sanksi ride through penalty atau memulai balapan dari pit lane pada seri berikutnya.

“Saya ingin bertanya apakah mereka (Race Direction) membuat keputusan (dari aturan) yang sama. Simoncelli dihukum ride through penalty di Le Mans, tapi Valentino hanya tiga poin penalti. Itu tidak adil,” tutup Nakamoto.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments