Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Reno Jawara Kriterium, Endra Tiga Besar ITT

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Tim balap sepeda Solo memenuhi ambisi menyodok ke tiga besar dalam Lomba Customs Cycling (LCC) Seri 21/2016 yang digelar di Cilacap, Jumat-Minggu (26-28/8). Dua atlet Kota Bengawan merebut medali. Saputro Reno Wijayanto menjadi jawara kriterium kelompok pemula putra, sementara Endra Wijaya berada di urutan tiga nomor individual time trial (ITT) senior putra.

Dua atlet lain, Andriyan Hidayat dan Shindu Ardiyanto terpental dari peringkat lima besar. “Reno memang kami target merebut gelar juara pertama. Sebab pada kriterium LCC Seri 20 di Boyolali, dia menempati peringkat kedua,” kata pelatih Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Surakarta, Agus Sadiyanto, Senin (29/8).

Reno mengumpulkan 10 poin untuk menjadi juara pertama kriterium pemula putra. Posisinya dibuntuti Ahmad Yoga Ilham Firdaus (Kraft Cycling Club Kediri) dengan sembilan poin, Rizki Hidayatul Fadli (SKOI Kaltim/sembilan poin), Aliff Aiman Bin Safuan (Pasukan Berbasikal Negeri Selangor/lima poin), dan M Faiz Fauzi Bin Ridzuan (Johor Bahru Malaysia/tiga poin).

Atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng yang bermarkas di Solo, Nurul Fauzan, juga mengemas poin sama dengan Faiz Fauzi. ‘’Tapi karena pada finis terakhir Fauzan kalah cepat, maka dia berada di urutan enam,’’ tutur Agus.

Sebelumnya, Endra Wijaya menyebet medali perunggu ITT senior putra. Pembalap Solo yang masuk pelatda PON Jateng itu butuh waktu sembilan menit, 44 detik dan 962 second untuk melahap rute 7,3 meter. Juara pertama Elan Riyadi Sutomo (Pelatnas/09’:30’’005), disusul Jamal Hibatullah (KFC Bike Team/09’:41’’627).

“Meski masuk tiga besar, catatan waktu Endra tidak maksimal. Selain berkait peralatan, jalur ITT juga datar, padahal Endra berkarakter pembalap tanjakan,” tutur Agus.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments