MEMACU SEPEDA: Dua pembalap memacu sepedanya dalam seleksi atlet PPLP Balap Sepeda Jateng di jalur tanjakan lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Minggu (22/2). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Reno dan Nurul Lolos di Lereng Lawu

MEMACU SEPEDA: Dua pembalap memacu sepedanya dalam seleksi atlet PPLP Balap Sepeda Jateng di jalur tanjakan lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Minggu (22/2). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

MEMACU SEPEDA: Dua pembalap memacu sepedanya dalam seleksi atlet PPLP Balap Sepeda Jateng di jalur tanjakan lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Minggu (22/2). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Awak Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng bakal kembali komplet, enam atlet. Dua pembalap berusia di bawah 15 tahun telah terjaring dalam seleksi individual road race di lereng Gunung Lawu (Karanganyar) sejauh lebih kurang 16 kilometer, Minggu (22/2).

Keduanya adalah Saputro Reno W (Solo) dan Nurul Fauzan (Tegal). Reno menyelesaikan adu kebut jalur tanjakan dari Bejen hingga SDN Gerdu 1 Karangpandan tersebut dalam waktu 37 menit 39 detik (37.39). Sedangkan Fauzan butuh waktu 39.40.

“Kami ambil dua pembalap tercepat. Sebenarnya ada seorang yang catatan waktunya 37.28, tetapi usianya telah lewat batas. Sejak awal kami umumkan, syarat peserta maksimal kelahiran 2000 namun pembalap asal Magelang itu lahir tahun 1999. Jadi dia gugur,” kata salah seorang pelatih PPLP, Budi Siswanto.

Total 14 pembalap bersaing untuk memperebutkan tiket masuk ke PPLP yang bermarkas di kawasan Punggawan Solo itu. Mereka berasal dari berbagai daerah, antara lain Solo, Karanganyar, Sragen, Tegal, Wonosobo, Cilacap, Kudus dan Magelang.

Telah Lulus

Menurut manajer PPLP Balap Sepeda Paulus Kristono, penjaringan dilakukan guna mengganti dua siswa PPLP yang telah lulus SMA. Keduanya adalah Brian Dwi Wicaksono dan Diwan Fiar Pradana. Atlet yang masih tersisa yakni Adrian Hidayat, Slamet Widodo, Irfan Lutfi dan Moh Abdul Azis.

”Hasil seleksi segera kami kirim ke Dinpora Jateng. Sementara dua siswa baru, terutama Nurul, agar secepatnya mengurus berbagai hal seperti perpindahan sekolahnya ke Solo. Kalau bisa, Maret bergabung dengan siswa lain di mes PPLP,” ujar Paulus yang juga bos Roti Primadona Solo.

Puluhan pembalap telah diasah di pusat latihan pelajar tersebut sejak dibuka 1999. Pelatih lain PPLP Agus Sadiyanto mengungkapkan, sejumlah lulusan telah malang melintang di kancah balap sepeda nasional. Mereka antara lain Iwan Setiawan (Kudus) yang kini bergabung dengan tim KFC Jakarta, Heksa Pria Prasetya (Purworejo/Eddy Holland Team) dan Jeffry Irawan (Boyolali/tim KFC Jakarta).

(Setyo Wiyono/CN39)

Comments

comments