PECAHKAN REKOR: Perenang Jateng Vina Wijaya saat tampil dalam sebuah kejuaraan di Kolam Renang Jatidiri, beberapa waktu lalu. Vina berhasil memecahkan rekor 200 meter gaya ganti perorangan putri Krapsi.(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

Renang Jateng Raih Satu Perak Dua Perunggu

PECAHKAN REKOR: Perenang Jateng Vina Wijaya saat tampil dalam sebuah kejuaraan di Kolam Renang Jatidiri, beberapa waktu lalu. Vina berhasil memecahkan rekor 200 meter gaya ganti perorangan putri Krapsi.(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

Foto: suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan

BANDUNG, suaramerdeka.com – Setelah sehari sebelumnya tanpa medali, aksi Tim Renang Jateng pada hari kelima pelaksanaan olahraga air pada PON XIX/2016 menghasilkan masing-masing satu perak dan dua perunggu.

Perak diraih melalui Felicia Angelica, peraih emas pertama Jateng saat turun pada final 50 meter gaya dada putri. Dia harus mengakui keunggulan perenang Bali, Eva Lilian van Leenen yang membukukan raihan waktu 33,33 detik.

“Sebenarnya tak terlalu berharap banyak di nomor ini, tapi hasilnya harus disyukuri. Bagi saya surprise bahkan, karena catatan waktu terbaik sebelumnya 35-an detik, tapi bisa saya perbarui,” katanya.

Feli harus puas di tempat dua dengan catatan waktu 33,64 detik. Perunggu diraih rekannya, Margareta Kretaperdani dengan torehan waktu 33,66 detik.

Satu perunggu Jateng lainnya berasal dari Sagita Putri Krisdewanti dengan bukukan waktu 58,49 detik.

Turun di final 100 meter gaya bebas putri, perenang 18 tahun itu tak kuasa menahan laju duo Jatim, Ressa Kania Dewi sebagai pemuncak dengan catatan waktu 57,71 detik dan Patrisia Yosita (57,87 detik).

Secara keseluruhan, hingga kemarin, dari cabang renang, Jateng total meraih satu emas, satu perak, dan enam perunggu. Di cabang lumbung medali ini, Jabar berjaya dengam raihan 15 emas, diikuti Jatim dan DKI Jakarta masing-masing enam emas. Di luar itu, Riau menyodok dengan tiga emas dan Kalimatan Utara yang baru ikut PON meraih dua emas. Renang lintasan akan memainkan nomor pamungkas pada Selasa (20/9).

Disinggung lawan secara keseluruhan yang tampil lebih kencang, Felicia menyatakan bahwa mereka memang mempersiapkan diri lebih baik. Di antaranya dengan melakukan pemusatan latihan di luar negeri.

Jateng, sebutnya, memang melakukan langkah serupa. Hanya saja, pendekatannya berbeda. Jateng hanya sebatas mengikuti lomba sedangkan lawan-lawan terutama DKI dan Jatim bisa sampai sebulan.

“Jadi mereka tak hanya ikut lomba di sana, yang lawan-lawannya atlet setempat, tapi juga dilatih juga. Termasuk mengasah gaya itu penting, makanya catatan waktu mereka lebih kencang,” jelasnya.

(Setiady Dwi/CN39/SM Network)

Comments

comments