Foto: suaramerdeka.com/Gading Persada

Rebut 10 Medali, Jateng Diperingkat Ketiga

Foto: suaramerdeka.com/Gading Persada

Foto: suaramerdeka.com/Gading Persada

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Tim panjat tebing Jateng harus puas berada di posisi ketiga pada Kejurnas Kelompok Umur (KU) edisi kesepuluh yang berakhir kemarin di Gelanggang Panjat Tebing Kompleks Stadion Mandala Krida Kota Jogja, Selasa (25/8). Berlangsung hampir sepekan, ke-17 pemanjat muda Jateng mengumpulkan lima emas, empat perak dan satu perunggu.

“Dibandingkan kejurnas 2014 lalu di Kepri, hasil ini meningkat satu emas lebih baik. Tapi saat itu di sana kami tidak turun fullteam dan hanya berkekuatan enam pemanjat,” jelas Manager Tim Panjat Tebing Jateng, Noer Udiyanto, Selasa (25/8).

Noer menyebutkan kelima emas Jateng disumbangkan oleh Ndona Nasugian (Kudus) dengan dua emasnya di nomor lead dan boulder junior putri. Lalu tiga emas sisa lainnya dibagi rata Berthdigna Devi SK (Blora) di nomor speed world record youth B, Catur Widodo (Blora) pada nomor lead youth A putra dan Agustina Sari (Blora) yang tampil di speed world record yunior.

Catur Widodo kembali menyumbangkan medali bagi Jateng dengan peraknya di boulder youth A, ditambah dua perak lainnya disumbangkan Rury Dwira (Batang) di speed world record youth B putri dan Nafa Tika Astuti (Kudus) di lead speeder kid C putri. Adapun pun pemanjat asal Solo, Alfian M Fajri menyumbang satu-satunya perunggu bagi Jateng.

Sejatinya, Jateng yang sebelum memasuki hari terakhir kemarin sudah mendapatkan 5 emas, 4 perak dan 1 perunggu berpeluang menambah perbendaharaan medalinya setelah Nova Amalia (Kota Semarang) dan Agustina Sari berhasil masuk dalam final di nomor yunior boulder. Sayang, dari kedua pemanjat itu hanya Agustina yang kembali menyumbangkan medali itu pun perak setelah kalah dari atlet Jatim.

“Youth A dan B lalu yunior itu memang sudah diunggulkan untuk menyumbangkan medali karena mereka sudah dipersiapkan sejak lama. Terlebih ada atlet PPLP Jateng dan juga Pelatda persiapan Pra PON.Tapi kalau speeder kid kami memang kalah selangkah dibanding atlet dari daerah lain,” tambahnya.

Diikuti 223 peserta dari 18 provinsi, akhirnya Jatim keluar sebagai juara umum dengan 9 emas, 13 perak dan 8 perunggu diikuti Kaltim di tempat kedua dengan 6 emas, 4 perak dan 5 perunggu. Tuan rumah DIY sendiri ada di tempat kelima dengan 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Adapun, Sulteng, Riau, Kepri, Kepulauan Bangka Belitung dan Banten tercatat sebagai tim yang tidak mendapatkan satu pun medali.

Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot Dewa Broto, berkesempatan menutup kejurnas sekaligus menyerahkan tropi bergilir juara umum kepada Jatim.

(Gading Persada/CN39/SM Network)

Comments

comments