Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Ratusan Starter Bakal Bersaing di Motoprix Seri Enam

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Ratusan starter diperkirakan bakal bersaing dalam Kejurnas Balap Motor Motoprix Seri 6 Region 2 di Sirkuit Manahan Solo pada 22-23 Oktober mendatang. Mereka akan beradu kebut dalam 13 kelas yang digelar.

“Pada ajang serupa di Manahan musim lalu, pesertanya mencai 201 starter. Maka pada balapan nanti kami targetkan jumlah peserta paling tidak sama dengan tahun lalu,” kata koordinator pelaksana lokal kejurnas, Lilik Kusnandar, Kamis (13/10).

Pria yang juga Ketua Pengkot Federasi Olahraga Balap Motor (FOBM) Solo itu menjelaskan, empat kelas wajib dan dua kelas pendukung pokok dalam rangkaian kejurnas, sudah pasti digelar.

Kelas wajib adalah MP1 (150 cc tune up seeded), MP2 (125 cc tune up seeded), MP3 (125 cc tune up pemula) dan MP4 (110 cc tune up pemula). Adapun dua pendukung tapi bersifat wajib yakni MP5 (150 cc standar) dan MP6 (125 cc standar).

“Mereka yang bersaing di kelas wajib terutama para pembalap papan atas, sehingga didukung klub-klub pabrikan. Biasanya mereka ikut balapan mulai seri pertama hingga terakhir, demi mengejar poin,” tuturnya.

Usia pembalap untuk MP1 dan MP2 dibatasi 20-30 tahun, serta MP3 dan MP4 18-20 tahun, sedangkan kelas MP5 yang rentang usainya 16-18 tahun dan MP6 maksimal 16 tahun, lebih ditujukan sebagai ajang persaingan hasil pembinaan bibit-bibit potensial di lingkup regional setempat.

Di luar enam kelas itu, terdapat tujuh kelas murni pendukung. Menurut Sekretaris Panitia Santo Dwiatmono, kelas-kelas tersebut tak kalah menarik. Sebab pembalap kawakan yang melebihi 30 tahun biasanya saling bersaing dengan para pembalap regional.

Kelas pendukung itu adalah bebek sampai 125 cc standar, bebek 4T 150 cc tune up, bebek 4T 200 cc tune up. “Lalu ada empat kelas matic, salah satunya khusus wanita,” jelas Santo.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments