Foto: istimewa

PSSI Diminta Tak Manjakan Klub Pengutang

Foto: istimewa

Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – PSSI diminta tak memanjakan klub yang memiliki tunggakan gaji kepada para pemain dan ofisial tim. Sejauh ini, induk sepak bola nasional masih belum tegas ketika ada klub yang melanggar. Justru, PSSI lebih sering menghukum pemain.

“PSSI beda dalam memperlakukan pemain dan klub. Jika pemain melakukan kesalahan, mereka dihukum bahkan sampai seumur hidup. Padahal, sepak bola merupakan sumber penghasilan mereka. Sementara klub yang menelantarkan gaji pemain dibiarkan main. Mestinya, PSSI jangan manjakan klub yang tak bisa profesional,” kata Janes Silitonga, bagian hukum Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), pada sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (30/1).

Janes mencontohkan kasus pemukulan gelandang Persiwa Wamena Pieter Rumaropen pada 2013 lalu. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman seumur hidup yang kemudian diringankan oleh Komisi Banding PSSI dengan hukuman setahun. Contoh kasus lain, sepak bola gajah. Pemain di dalam lapangan saat kejadian dijatuhi hukuman seumur hidup dan denda. Padahal, jika dicermati lebih dalam, mereka melakukan sepak bola gajah bukan karena inisiatif sendiri.

Sejauh ini, APPI menilai masih ada beberapa klub yang belum melunasi gaji para pemainnya. Berdasar data mereka, klub yang masih terlilit utang adalah Arema, Pelita Bandung Raya, PSM Makassar, Persiba Balikpapan, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta.

”Kami memang belum punya rencana membawa kasus-kasus tunggakan gaji ini ke meja hijau, meski tertundanya pembayaran gaji kepada pemain ini terjadi berulang-ulang yang berarti seolah-olah ada pengulangan dan bisa masuk KUHP. Kami harapkan masih ada itikat baik. Sementara ini kami pakai somasi dan surat pemberitahuan ke PSSI. Mungkin nanti kami bisa berharap kepada PPNS (penyidik pegawai negeri sipil) bentukan Kemenpora,” paparnya.

Pada diskusi tersebut turut hadir, antara lain GM APPI Valentino Simanjuntak, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora sekaligus Juru Bicara Tim Sembilan Gatot Dewa Broto, Ketua Bidang Pengawasan Hukum dan Pengendalian BOPI Imam Suroso, Komite Eksekutif APPI Bambang Pamungkas, serta para pemain profesional Leo Saputra, Mohammad Rifki dan Kurniawan Dwi Julianto.

(Arif M Iqbal/CN39/SM Network)

Comments

comments