Foto: crash.net

Prinsipal Tim Honda Tetap Hormati Valentino Rossi

Foto: crash.net

Foto: crash.net

LONDON, suaramerdeka.com – Terlepas dari kontroversi yang terjadi di pengujung musim 2015, Prinsipal Tim Repsol Honda Livio Suppo menegaskan dirinya punya rasa hormat lebih besar kepada Valentino Rossi dibandingkan 10 tahun lalu.

“Sekarang saya punya rasa hormat lebih besar untuk Valentino. Kalau tidak salah saya sempat berjumpa Valentino ketika kembali dari Indy di ruang tunggu bandara dan saya katakan dengan jujur kepadanya bahwa kini saya lebih menghormatinya dibanding 10 tahun lalu,” kata Suppo di Crash.net.

Di musim ini, Rossi sebenarnya berada di posisi terdepan dalam perebutan gelar juara MotoGP. Sayangnya, di seri-seri terakhir, dia kalah bersaing dari Jorge Lorenzo dan harus merelakan gelar MotoGP.

Bahkan, satu seri sebelum seri terakhir, Rossi terlibat insiden dengan Marc Marquez di Sepang yang membuat rider Repsol Honda itu sampai terjatuh. Rossi pun akhirnya harus start dari posisi terakhir dalam balapan pamungkas di Valencia.

Walaupun kemudian Rossi mampu finis keempat di balapan itu, tetap tidak cukup untuk mengalahkan Lorenzo yang akhirnya jadi juara dunia. Terkait dengan rangkaian kejadian tersebut, kubu Honda juga sempat menyatakan keyakinannya bahwa Rossi sudah dengan sengaja menendang Marquez sampai jatuh dan siap memperkuat argumennya dengan data motor pebalapnya.

Namun, Honda kemudian memilih untuk menyimpan lebih dulu data itu agar situasi tak makin panas, yang pada prosesnya dicibir Rossi.

“Karena apa yang ia lakukan musim ini–tidak peduli ia juara atau tidak–sudah sedemikian luar biasa; 36 tahun, pernah tampil di kelas 500cc dan masih mampu bersaing dengan para pebalap muda yang gaya berkendaranya amat berbeda. Valentino sudah mampu mengubah gayanya untuk menantang Casey (Stoner), Jorge, Dani (Pedrosa), dan sekarang Marc,” kata Suppo.

Pun demikian, Suppo mengaku tetap menyimpan rasa hormat besar kepada Rossi atas apa yang sudah ia perlihatkan dalam perjalanan kariernya, secara khusus pada musim 2015.

“Dan tahun ini ia mampu nyaris mengalahkan semuanya dan cuma kalah lima poin dalam kejuaraan dunia sudah sedemikian luar biasa. Apa yang sudah terjadi pekan lalu sama sekali tidak mengubah pendapat saya dan rasa hormat saya kepada Valentino. Tentu saja kami tidak gembira dengan situasi yang sudah lahir akibat kata-kata Valentino, mulai dari konferensi pers Sepang.”

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments