Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

PPLP Balap Sepeda Targetkan 10 Besar LCC Seri XIX

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Para atlet pelajar yang tergabung dalam Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng ditargetkan menembus 10 besar dalam Lomba Cycling Customs (LCC) Seri XIX/2015 yang rencananya diselenggarakan di Temanggung, 11-13 Desember mendatang. Para pembalap muda puslat yang bermarkas di kawasan Punggawan Solo itu bakal turun di kelas yunior dan pemula.

”Kami akan turunkan seluruh pembalap pada lomba seri tersebut. Mereka harus terus menambah jam terbang, sebagai bekal sebelum meninggalkan pusat pendidikan ini, serta selanjutnya masuk ke kancah senior,” kata manajer PPLP Jateng, Paulus Kristono saat singgah di Sekretariat KONI Surakarta, Kamis (26/11).

Tercatat ada enam pembalap pelajar yang saat ini menghuni PPLP Jateng. Mereka adalah Andriyan Hidayat dari Solo, Slamet Widodo (Sukoharjo), Muh Abdul Azis Romdhoni (Karanganyar), Irvan Lutfi (Boyolali), Nurul Fauzan (Tegal) dan Harun (Karanganyar).

”Persiapan dilakukan dalam latihan secara terus menerus. Mereka tidak hanya menjalani porsi menggenjot sepeda di jalan raya, tetapi juga ergo statis dan peningkatan kebugaran,” jelas bos toko roti Primadona Solo itu.

Pelatih PPLP Agus Sadiyanto meminta para pembalap besutannya untuk menunjukkan performa terbaiknya di arena LCC Series tersebut. Jika kemampuan mereka bisa dikeluarkan secara maksimal, dia bahkan yakin atlet-atlet pelajar itu bisa melampaui target yang disampaikan manajemen.

”Persaingan di kelas pemula dan yunior memang relatif ketat. Lebih-lebih LCC Series merupakan ajang terbuka yang sering kali diikuti tim-tim luar negeri seperti Malaysia. Tapi kalau anak-anak mau berjuang keras, bisa saja masuk lima besar,” tandas Agus.

Guna menghadapi persaingan di Temanggung, latihan intensif mulai diterapkan. Para pembalap masih duduk di bangku SMA tersebut digembleng melalui rute-rute tanjakan di lereng Gunung Lawu (Karanganyar) dan lereng Gunung Merapi-Merbabu (Boyolali).

Ketangguhan fisik mereka juga ditempa dalam latihan berjarak tempuh panjang dengan jalur rolling seperti Solo-Nogosari-Simo-Karanggede (wilayah Boyolali)-lalu belok ke arah Tingkir (Salatiga), sebelum kembali ke Kota Bengawan.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments