BERLATIH: Para pemain tim putri Vita Solo berlatih di GOR Manahan, Rabu (2/11). Mereka bersiap menghadapi Livoli Divisi I di Ungaran, mulai Minggu (6/11) mendatang. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Popsivo Perkasa, Vita Buru Runner Up

BERLATIH: Para pemain tim putri Vita Solo berlatih di GOR Manahan, Rabu (2/11). Mereka bersiap menghadapi Livoli Divisi I di Ungaran, mulai Minggu (6/11) mendatang. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

BERLATIH: Para pemain tim putri Vita Solo berlatih di GOR Manahan, Rabu (2/11). Mereka bersiap menghadapi Livoli Divisi I di Ungaran, mulai Minggu (6/11) mendatang. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

PERTARUNGAN sengit benar-benar berlangsung di kalangan tim-tim putri pada babak penyisihan pul Q Kejurnas Livoli Divisi I di GOR Wujil Ungaran, mulai Minggu (6/11) lalu. Di luar tim Popsivo Polwan yang sangat perkasa hingga duel ketiga, lima tim lain dalam grup neraka tersebut bergiliran saling mengalahkan.

Kelimanya, Vita Solo, Putri Banyuwangi, Vini Vidi Vici (V3) Jakarta, Bharata Muda Jakarta dan Dinas Pengairan Bondowoso, terlibat ketegangan dalam perebutan tiga tiket menuju fase knock out. Hasil pertarungan tim-tim itu menjadi gambaran rumit yang sulit jadi bahan prediksi masing-masing kontestan.

Alur rumit yang membuat suasana panas itu terekam sejak hari pertama laga. Putri Banyuwangi sukses menundukkan Bharata, 3-1, sedangkan Dinas Pengairan bersusah payah mengalahkan V3, 3-2. Kala itu, Vita menyerah 0-3 dari Popsivo.

Tapi hasil mengejutkan terjadi pada laga-laga berikutnya. ‘’Dinas Pengairan justru menyerah 1-3 dari Bharata, dan kami mengalahkan Putri Banyuwangi, 3-0. Popsivo tetap berkibar setelah menang 3-0 dari V3. Ini gambaran rumit untuk membuat prediksi,’’ kata pelatih Vita Agus Suyanto, Rabu (9/11).

Problem Fisik

Lalu, Bharata dengan mudah dipukul Popsivo, 3-0. Di sisi lain, Vita bersusah-payah mematahkan perlawanan V3, 3-1. Hal tersebut menunjukkan kemampuan tim-tim di luar Popsivo, tidak stabil.

Agus menyebut problem fisik pemain dari hampir seluruh penghuni pul Q menjadi persoalan. “Maka saya selalu tekankan kepada anak-anak untuk bermain taktis, yang penting bisa menang,” tandas dia.

Bersama asisten pelatih Sutrisno dan trainer BMR ‘’Olga’’ Ardhiansyah, awak tim Vita digembleng dalam latihan lebih intensif selama dua pekan sebelum perseteruan. Rika Yuniar Tita Hapsari dkk digembleng dalam latihan pagi-sore, guna meningkatkan kebugaran fisik dan kerja sama tim.

“Saat berangkat, kemampuan fisik rata-rata awak tim berkisar 75 persen. Tetapi saat ini kondisi tim terus menunjukkan peningkatan,” tutur Sutrisno.

Karena itu, tim yang bermarkas di kawasan Penumping Solo itu bertekad menembus babak final agar bisa promosi lagi ke Livoli Divisi I musim depan. Sebagai target awal, Vita bersikeras merebut posisi runner up di Pul Q.

“Kalau mengejar posisi juara grup berat, karena Popsivo sangat dominan. Maka yang realistis, kami memburu runner up. Agar aman, kami akan ambil kemenangan dari dua laga tersisa, lawan Bharata dan Dinas Pengairan,’’ ujar Agus Suyanto.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments