Foto: istimewa

PON XIX Ditutup, Sampai Jumpa di Papua

Foto: istimewa

Foto: istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com – Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 secara resmi ditutup Wapres Jusuf Kalla di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage Kota Bandung pada Kamis (29/9) malam. Penutupan ditandai penekanan tombol sirene laser, yang diikuti dengan penurunan bendera PON.

Secara perlahan, api cauldron yang menyala sejak Sabtu (17/9) lalu pun mengecil sebelum kemudian padam. Pesta akbar olahraga nasional itu baru akan kembali digelar empat tahun lagi pada 2020. Papua dipercaya menjadi tuan rumah ajang multievent tersebut.

Semalam, provinsi di ujung timur Indonesia itu secara resmi memulai kesiapannya. Proses tersebut ditandai dengan penyerahan Pataka PON dari Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan ke Gubernur Lucas Enembe melalui Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman. Layar kemudian menyampaikan pesan “Sampai Jumpa pada Pelaksanaan PON XX/2020 di Tanah Papua” yang kemudian disambut aplaus massa.

Makin meriah, ketika prosesi tersebut disambut dengan tarian jaipongan “Gagak Koncar” yang berpadu dengan Tarian Cendrawasih. Dalam sambutannya, Jusuf Kalla berharap hasil PON yang diwarnai penciptaan rekor pertandingan dapat menopang prestasi olahraga Indonesia pada event yang lebih besar. “Kita ingin prestasi yang ditorehkan berlanjut menjadi lebih baik karena dalam waktu dekat kita menjadi tuan rumah Asian Games 2018,” katanya.

Selain mengucapkan selamat atas raihan Jabar, Jusuf Kalla mengapresiasi perjuangan atlet karena telah mengusung nilai-nilai olahraga yang mengedepankan sportivitas, dan kehormatan. Dengan merujuk pengalaman Jabar, JK pun berharap PON XX dapat berlangsung lebih baik lagi.

Pada PON XIX/2016, Jabar tampil sebagai juara umum dengan raihan menyakinkan. Tuan rumah mengoleksi 217 emas, 157 perak, dan 155 perunggu, dengan total keseluruhan medali mencapai 529 keping atau merebut porsi 28,7 persen dari total medali yang diperebutkan.

Kontingen DKI Jakarta berada di peringkat kedua dengan 133 emas, 124 perak, dan 120 perunggu (377 keping/17,59 persen), disusul Jatim melalui raihan 131 emas, 140 perak, dan 137 perunggu (408 keping/17,33 persen).

Adapun Jateng berada di empat dengan pembukuan medali sebanyak 32 emas, 56 perak, dan 84 perunggu (172 keping/4,23 persen). Catatan ini lebih rendah dari capaian PON XVIII/2012 di Riau dengan 47 emas, 52 perak, dan 68 perunggu.

(Setiady Dwi / CN26)

Comments

comments