Foto: lensaindonesia

PON Remaja Digelar Secara Terpaksa

Foto: lensaindonesia

Foto: lensaindonesia

JAKARTA, suaramerdeka.com – KONI Pusat memastikan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja edisi perdana di Jatim, digelar dengan keterpaksaan. Sebab, anggaran yang dipakai untuk melaksanakan ajang tersebut cukup minim.

Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno menjelaskan, idealnya butuh dana Rp 120 miliar untuk mensukseskan PON Remaja. Dengan anggara segitu, maka sekitar 50-an cabang olahraga bisa dipertandingkan. Namun, Pemprov Jatim juga ikut mengucurkan anggaran dua kali lipar dari APBN.

“PON Remaja sedikit memaksakan. Dana APBN hanya Rp 10 miliar, padahal idealnya Rp 120 miliar agar semua cabang bisa dilibatkan. Dampaknya, olahraga yang dilombakan terbatas,” kata Suwarno.

Data yang tercatat di KONI, olahraga yang menjadi anggota KONI Pusat sebanyak 50 cabang. Namun pada PON pertama nanti, cabang yang diperlombakan hanya 15 jenis, di antaranya sepak bola, atletik, renang, bulu tangkis, bola basket, voli pantai, tenis lapangan, tenis meja, senam ritmik, senam aerobik, silat, judo, menembak, panahan dan loncat indah. Cabang tersebut mengacu pada Youth Olympic Games dan Asian Youth Games.

“Meski hanya 15 cabang dan sedikit memaksakan, kami tetap menggelarnya. Soalnya, dari PON Remaja untuk menyambungkan program kelanjutan menuju atlet senior. Karena itulah, PON Remaja perlu digelar,” jelasnya.

Semula, pesta olahraga untuk para remaja tersebut akan dilaksanakan pada 6-12 Desember. Namun, waktu pelaksanaan diundur jadi 9-15 Desember dengan alasan Gubernur Jatim yang akan membuka acara akan bepergian ke luar negeri saat itu.

Rencananya, pembukaan dilakukan di Surabaya dan penutupan di Gelora Delta Sidoarjo. Selain dua kota tersebut, pelaksanaan PON juga melibatkan Kabupaten Gresik dan Malang. Namun, sebagian besar pertandingan dilaksanakan di Surabaya.

(Arif M Iqbal/CN39/SM Network)

Comments

comments