Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

PON Jadi Persaingan Pesilat Pelatnas

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Perebutan medali emas pencak silat di arena PON Jabar 2016 bakal berlangsung ketat. Rivalitasnya tidak hanya bergantung kuota atlet tiap kontingen dari hasil Pra-PON tahun lalu.

Namun pelatih kepala tim pelatda pencak silat Jateng Indro Catur juga menyebut persebaran awak pelatnas di berbagai provinsi.

“Di pelatnas saat ini ada sekitar 30-40 pesilat. Kalau mencermati asal daerahnya, Jateng akan bersaing ketat hadapi Jabar, DKI Jakarta, Jatim, Kaltim dan NTB di nomor tanding. Sedangkan untuk nomor TGR atau seni, DKI Jakarta dan Bali juga memiliki atlet-atlet bagus,” kata Catur, Kamis (25/8).

Pria yang juga pernah malang-melintang di kepelatihan pelatnas itu menambahkan, situasi itu mengharuskan para atletnya untuk mempersiapkan diri secara lebih baik. Jateng meraih 16 tiket dari arena Pra-PON lalu, tergolong jumlah paling banyak di luar kontingen tuan rumah Jabar yang memperoleh wild card.

Tetapi banyaknya jumlah atlet yang berangkat, bukan merupakan jaminan untuk merebut banyak medali emas dalam pesta olahraga nasional empat tahunan tersebut.

Mengingat peta kekuatan kontingen-kontingen rival relatif merata, maka pihaknya harus memutar otak guna meraih lebih banyak gelar juara di setiap kelas dan nomor. “Butuh latihan dan perjuangan keras untuk mewujudkan tiga medali emas yang ditargetkan bagi tim silat Jateng dari PON nanti,” tandas pelatih 46 tahun itu.

Di antara awak tim pelatda Jateng tersebut, tiga di antaranya berstatus atlet pelatnas. Mereka adalah Sapto Purnomo (Solo), Riski Adi Wijaya (Sukoharjo) dan Sri Rahayu (Grobogan). Ketiganya biasa turun di nomor-nomor pertarungan.

Sekitar sebulan menjelang PON Jabar, para pesilat Jateng tersebut menjalani penjagaan kondisi fisik dan teknik. Salah satu materinya adalah menjaga kebugaran di fitness center kampus Pendidikan Olaharaga dan Kesehatan UNS,
serta jogging di Stadion Sriwedari.

Mereka biasa berlatih terpusat di kawasan Gajahan, Colomadu. Namun sejak Rabu (24/5) sore, para pesilat itu bergeser lokasi pemusatan ke Pekalongan.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments