ANDALAN: Petenis meja David Jacobs menjadi salah satu andalan NPC Indonesia di kelas TT10 pada kejuaraan internasional ITTF Paratable Tennis 2016 di GOR RM Said Karanganyar, Selasa-Sabtu (19-21/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Petenis Meja 11 Negara Bertarung

ANDALAN: Petenis meja David Jacobs menjadi salah satu andalan NPC Indonesia di kelas TT10 pada kejuaraan internasional ITTF Paratable Tennis 2016 di GOR RM Said Karanganyar, Selasa-Sabtu (19-21/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

ANDALAN: Petenis meja David Jacobs menjadi salah satu andalan NPC Indonesia di kelas TT10 pada kejuaraan internasional ITTF Paratable Tennis 2016 di GOR RM Said Karanganyar, Selasa-Sabtu (19-21/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Tujuh puluh empat petenis meja difabel dari sebelas negara bakal bertarung di GOR RM Said Karanganyar, Selasa-Sabtu (19-21/7). Mereka yang terinci atas 60 atlet putra dan 14 putri akan beradu tangguh pada ajang bertajuk Indonesia Open ITTF Paratable Tennis 2016 itu.

Para atlet itu berasal dari Iran, Jepang, Singapura, Mesir, Kuwait, Malaysia, Thailand, Korea, Jerman dan Taiwan. Tim tuan rumah menurunkan atlet terbanyak, 31 orang, pada ajang tenis meja internasional pertama di Indonesia yang diakui International Table Tennis Federation (ITTF) tersebut.

“Kami akan berusaha memburu banyak medali, meski persaingan pasti ketat,” kata Sekjen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Pribadi kepada pers di Solo, Senin (18/7).

Ada dua even dalam kejuaraan itu, yakni yunior pada Selasa-Rabu (19-20/7) dan senior (20-23/7). Ajangnya terbuka bagi atlet kelas kecacatan TT1 hingga TT10 untuk putra dan putri. Namun berapa nomor dipertandingkan baru diketahui saat temu teknik, Senin (18/7) malam.

“Pertandingan dalam satu kelas bisa digelar, minimal diikuti empat peserta dari dua negara. Kalau tak terpenuhi, maka pesertanya digabung dengan kelas lain,” jelas Direktur Turnamen, Rima Ferdiyanto.

<B>Bermain Pakai Mulut<P>

Pria yang juga pelatih tenis meja NPC itu mengungkapkan, sejumlah atlet yang jadi andalan memburu medali. Di ajang senior, petenis meja andalan antara lain David Jacobs di kelas TT10, Agus Sutanto (TT5), Supriyatna Gumilar (TT9), Adios Astan (TT6), serta Sella Dwi Radayana (TT10) dan Suwarti (TT8). Sementara kelompok yunior terdapat Jason Georly (TT7), Banyu Tri Mulyo (TT8) dan Hilmi Azizi (TT9/10).

“Tetapi rival-rivalnya juga berat. Jerman misalnya, hanya mengirim Jochen Wollmert, tetapi dia juara TT7 pada Paralympic Games London 2012,” tutur Rima.

Tak hanya itu. Thailand yang mengirimkan 17, punya andalan Rungroj Thainiyom yang juga merupakan juara TT6 Paralympic Games London. Lalu, Taiwan mengirim Cheng Min Chih yang menempati peringkat tiga dunia TT5. Panitia juga mengundang Ibrahim Hamato dari Mesir di kelas TT6, yang bermain memakai mulut.

Pribadi yang juga ketua penyelenggara menambahkan, rangkaian Indonesia Open diawali penataran wasit internasional pada Sabtu-Minggu (15-16/7) lalu, serta klasifikasi kecacatan (18-19/7).

“Indonesia juga menurunkan petenis meja debutan, karena untuk menambah pengalaman sekaligus mendapat sertifikat klasifikasi dari ITTF,” jelasnya.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments