486cbd52702ab18e087dcec67e3ff048

Pesilat Andalan Jateng Tumbang

486cbd52702ab18e087dcec67e3ff048SOLO, suaramerdeka.com - Pesilat putra andalan tim Jateng Slamet Riyadi tumbang di babak penyisihan dalam Kejurnas Dewasa Tapak Suci Putera Muhammadyah XVI di GOR Manahan Solo, Sabtu (23/8). Bertarung di gelanggang mawar, mantan pesilat Pelatnas tersebut dikalahkan wakil Kalimantan Timur, Iqbal Candra Pratama dengan skor 0-2 di kelas E putra.

”Slamet memang fokus di kelompok beregu bersama Sapto Purnomo ddan lainnya. Namun mereka masih melaju untuk beregu,” kata salah satu pelatih tim Jateng Indro Catur, usai pertarungan.

Beruntung, dua wakil Jateng lainnya Muhammad Iqbal dan Lukmanul Hakim melaju ke babak selanjutnya usai menumbangkan lawannya. Iqbal yang masuk dalam skuad Pelatnas untuk Sea Games tahun depan mengalahkan wakil Sumatera Utara Rohmad Henady, 2-0 di kelas D putra.

Sementara Hakim yang bertarung di gelanggang naga menumbangkan pesilat Banten Inang Sumirat dengan skor 2-0 di kelas F putra. Di kelas A putri, Alih Yutika Nanda (Jateng) mengalahkan pesilat Banten Nur’ain Abdullah dengan skor 2-0. Sedangkan wakil-wakil luar negeri seperti Singapura bertumbangan di babak penyisihan.

Sazali Bin Mohammed Ali ditekuk pesilat Riau Rocky Hidayatullah, 2-0 kelas E putra, sedangkan Muhd Farid Bin Mohd Asalam kalah dari wakil Jawa Timur Agung Subarkah. ”Jateng kuat di nomor beregu dan diharapkan mampu meraih medali emas. Namun secara umum, Kejurnas kali ini berlangsung ketat dan banyak atlet-atlet baru yang potensial,” tutur Indro yang juga pelatih skuat SEA Games Indonesia.

Sementara itu, Ketua Panpel Rony Syaifullah mengatakan pada Minggu (24/8) ini bakal digelar lanjutan babak semifinal dan diteruskan partai final guna menentukan 28 atlet yang meraih medali emas. Hingga kemarin, calon kuat juara umum belum terlihat karena ketatnya persaingan.

”Baik nomor tunggal dan beregu akan dirampungkan besok. Jika melihat even-even sebelumnya, nomor beregu paling dinanti oleh penonton,” tandas Rony.

(Ronald Seger Prabowo, Setyo Wiyono/CN26)

Comments

comments