Foto: suaramerdeka.com / Joseph Army Sandhoko

Pesenam Belia Klub Wimilia Perlu Tambah Pengalaman Berlomba

Foto: suaramerdeka.com / Joseph Army Sandhoko

Foto: suaramerdeka.com / Joseph Army Sandhoko

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pengalaman berlomba di berbagai level, baik daerah hingga internasional sangat dibutuhkan para pesenam belia di bawah usia 10 tahun dari Klub Senam Wimilia Semarang. Usai berpartisipasi dalam kompetisi senam disiplin ritmik bertajuk Total Gymnastique 6th International Gymnastics Meet 2017 dan MAGGA CUP 2017 di Gymnasium 1 & 3 Bukit Jalil, Kuala Lumpur Malaysia, belum lama ini, mereka merasa perlu menambah pengalaman berlomba yang lebih banyak.

Hal ini disampaikan Pelatih Kepala senam ritmik Wimilia Elly Puji Kusumawati sebagai evaluasi penampilan para pesenamnya. “Mereka baru pertama kali ini ikut kompetisi internasional, secara teknik tidak kalah dari pesenam lainnya, namun mental bertandingnya yang masih harus terus diasah,” kata Elly yang dihubungi di Semarang, belum lama ini.

Elly yang didampingi duet asisten pelatih Yuni Fitriani dan Intan Oktaviana cukup bangga dengan usaha empat pesenamnya yang baru duduk di bangku sekolah dasar. Tiga di antaranya masih duduk di kelas dua, yaitu Sakia Raya Anindya Rahmanda, Naura Zalfa Halilah Rayya, dan Chintya Khairunnisa Salsabila, serta Fema Melyada Anggreni yang duduk di kelas empat.

Fema merupakan satu-satunya pesenam ritmik yang masuk skuat tim senam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2018 mendatang. “Minimnya kompetisi senam membuat kami harus aktif mencarikan kompetisi-kompetisi yang digelar di lain daerah, bahkan sampai ke luar negeri. Ke depan untuk berangkat kompetisi di luar kami harus menabung dahulu dan menunggu undangan kompetisi mana yang sesuai dengan kemampuan para pesenam,” imbuh eks pelatih ritmik tim senam Porprov Solo 2009 dan Banyumas 2013 itu.

Pada kompetisi ritmik tingkat internasional itu, keempat pesenam turun di dua nomor bergengsi ritmik kategori pre junior under 10, yaitu nomor Free Hand dan Hoop (simpai). Seluruh pesenam Wimilia masuk dalam peringkat 20 besar kompetisi dengan Fema sebagai salah satu pengumpul poin tertinggi. Selain dari Wimilia ada dua klub senam lainnya yang berpartisipasi dalam kompetisi ini, yaitu Jakritmik dari Jakarta dan Gracia Sustain dari Medan.

(Joseph Army Sandhoko / CN26)

Comments

comments