Foto: Triptrus.com

Peselancar Amerika-Eropa Jajal Sensasi Bono

Foto: Triptrus.com

Foto: Triptrus.com

PELALAWAN, suaramerdeka.com -  Pemecahan rekor Guiness Book of Records terbaru, tiga peselancar Australia sukses memecahkan dua rekor dunia berselancar di Ombak Bono, Sungai Kampar, Pelalawan, Riau, 9-12 Maret 2016 lalu.

Lalu pada 4 hingga 9 April sekitar 20 peselancar tingkat dunia dari Eropa dan Amerika akan datang ke Desa Teluk Meranti Pelalawan, Riau. Misinya, menaklukkan Bono Tujuh Hantu (The Bono Seven Ghosts).

“Sensasi Bono bisa menjadi destinasi unik, selancar di muata sungai. Hanya ada dua negara di dunia, yang ada selamjar muara sungai bono,” kata Menpar  Arief Yahya, Menpar.

Surfing kini tak sekedar olah raga, tapi juga gaya hidup bagi sebagian orang. Nama-nama besar pun bermunculan. Di era 1960-an, ada Duke Kahanamoku, surfer asal Hawaii yang tercatat sebagai peselancar legendaris yang juga sukses sebagai atlet renang, usahawan dan aktor.

Di tempat-tempat seperti Amazon dan Hawaii hanya ada sedikit gelombang. Tapi kalau Sungai Kampar ada Bono Tujuh Hantu, gelombang tujuh tingkat yang sudah melegenda, bisa ditaklukkan berjamaah.

Itu terjadi lantaran Sungai Kampar bisa menciptakan 21 buah gelombang secara bersamaan. Sehingga jika puncak Bono, 21 surfer bisa berselancar bersamaan.Alasan itulah yang membuat James Cotton, peselancar Australia berhasrat untuk memecahkan rekor dunia surfing di Sungai Kampar.

Hasilnya? Pada 9-12 Maret 2015, Cotton berhasil memecahkan rekor surfing individu selama 1,2 jam dengan jarak tempuh 17,2 km. Bahkan saat berkolaborasi bersama Roger Gamble dan Zig van Sluys, Cotton juga sukses memecahkan rekor dunia tim dengan jarak surfing sejauh 37,2 km dalam waktu 1 jam 5menit.

“Tantangan ini tak bisa dijumpai di tempat-tempat lain. Hanya di Sungai Kampar saja yang bisa begitu. Itu sebabnya pada 4-9 April nanti, Sungai Kampar bakal kembali ramai. Ada 20 peselancar Eropa dan Amerika yang sudah ancang-ancang ingin menaklukkan Gelombang Bono di sana,” terang Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pelalawan, Zulkifli.

(Andika Primasiwi / CN26)

Comments

comments