Foto: crash.net

Perubahan Cuaca Kacaukan Rencana Rossi

Foto: crash.net

Foto: crash.net

MISANO, suaramerdeka.com - Valentino Rossi menilai, perubahan cuaca dalam GP San Marino sudah mengacaukan rencananya. Gagal menang dan tak mampu naik podium di balapan kandang meski tengah tampil oke, jelas membuat Rossi merasa sedih.

“Ada banyak pemikiran (soal hasil balapan). Sangat disayangkan untuk balapan ini, terutama karena digelar di Misano. Penting untuk mencoba finis di podium, tapi setelah akhir pekan yang bagus dengan matahari selalu bersinar, hari ini kondisinya benar-benar sulit,” sahut Rossi, di Crash.

Di awal-awal lap, Rossi berada di belakang Jorge Lorenzo dan Marc Marquez di lap-lap awal MotoGP San Marino. Perubahan cuaca yang memaksa pebalap mengganti ban basah, membuat Rossi sempat kesulitan mengimbangi dua pebalap di depannya  sebelum akhirnya bisa menyodok ke posisi terdepan.

Sayang, cuaca kembali berubah dan lintasan pun mengering sehingga membuat pebalap-pebalap kembali harus berganti ke ban slick. Karema tengah dibuntuti Lorenzo, Rossi menunda masuk pit dan terlambat tiga lap dibanding Marquez serta telat satu lap dibanding Lorenzo.

“Dua pertiga pertama balapan berlangsung baik karena saya tidak terlalu buruk menggunakan ban kering dan setelah mengganti motor untuk kali pertama, menggunakan ban basah, juga menjadi bagian yang bagus karena saya sangat kuat dan cepat. Saya juga menikmati pertarungan dengan Jorge dan Marc, saat itu saya ada di depan.”

Kecelakaan yang dialami Lorenzo memang sedikit menguntungkan Rossi. Sayangnya, saat kembali ke lintasan dia sudah kehilangan banyak waktu hingga akhirnya hanya bisa finis di posisi lima.

“Setelah itu (lintasan) mulai mengering dan kami harus mengganti motor lagi. Itu keputusan yang sulit. Saya dan Jorge bertarung untuk kejuaraan dunia jadi itu lebih rumit, lebih sulit, untuk mengambil keputusan yang tepat (mengganti ban) dengan risiko sekecil mungkin,” lanjutnya.

Finis di posisi lima jadi kekecewaan besar untuk Rossi. Menargetkan menang, dia malah harus memutus rentetan finis di atas podium yang sudah dicatatkan sepanjang musim ini.

“Saya mau menangis, itu pastinya! Saya mengincar hasil yang lebih baik, karena saya punya potensi yang bagus di balapan basah dan kering. Tapi di sisi lain, dengan kecelakaan yang dialami Jorge, saya memperlebar 11 poin keunggulan saya dan inilah yang terpenting. Di Misano di depan pendukung ini dan atmosfer yang spesial ini, naik podium adalah target. Tapi dilihat dari persaingan jadi juara dunia, ini hasil yang penting,” tuntas pebalap yang tengah mengincar gelar juara dunianya yang kesepuluh itu.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments