Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Pertina Jateng Siapkan Program Pembinaan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pada 2016 mendatang, Pertina Jateng tidak ingin hanya fokus pada persiapan PON XIX/Jabar 2016. Saat ini, mereka tengah menyiapkan program pembinaan petinju muda untuk 2016 mendatang. Regenerasi atlet terus digenjot agar Jateng tidak kekurangan petinju.

Hal ini disampaikan Ketua Harian Pertina Jateng, Sudarsono. Menurutnya, membina atlet muda tidak kalah penting dibandingkan persiapan menuju PON. Pengurus ingin, pembinaan terus berjalan sehingga petinju-petinju potensial terus bermunculan.

”Kami siapkan sejumlah agenda 2016 untuk petinju muda. Di antaranya, persiapan awal menghadapi PON Remaja dan Popnas 2017. Kami ingin petinju muda tetap memiliki wadah sehingga menambah pengalaman dan mengasah mental. Kelak mereka yang akan menggantikan para senior tampil di PON dan agenda nasional lainnya,” imbuhnya.

Untuk pembinaan, Pertina Jateng juga akan bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng. Nantinya, para petinju pelajar dapat berlatih secara fokus dan juga tetap bersekolah di PPLP Jateng yang dipusatkan di Gelora Jatidiri.

”Melalui PPLP, perkembangan para atlet dapat lebih terkontrol karena dipusatkan dan terus dipantau. Mereka akan menjadi aset berharga bagi Jateng di kemudian hari. Karenanya, kami akan melakukan penjaringan untuk atlet PPLP,” imbuhnya.

Sebelumnya, pengurus Pertina Jateng kurang puas dengan hasil pada Pra-PON di GOR Oepoi, Kupang, NTT, beberapa waktu lalu. Jateng hanya meloloskan empat dari 12 petinju yang diturunkan. Torehan ini jauh lebih buruk dibandingkan pada Pra-PON 2011 lalu di mana Jateng meloloskan 14 petinju di PON XVIII/Riau 2012.

Para petinju yang lolos yakni, Aldila Eka S di kelas 48 kg putri, Marnia (51 kg putri), Ari Marsiana (64 kg putri), dan Musa Cahyadi (49 kg putra). Dari empat petinju yang mendapatkan tiket PON, tiga di antaranya masuk final.

Musa Cahyadi menyelamatkan muka Jateng. Dia berhasil meraih emas di kelas 49 kg. Petinju Pelatnas itu mengalahkan Prasetyo asal Kalimantan. Ketua Umum Pertina Jateng berharap, empat petinju yang lolos PON memanfaatkan sisa waktu, sekitar satu tahun ke depan untuk berbenah dan bekerja keras. Target medali emas, minimal satu keping, tetap dicanangkan, meski hanya meloloskan empat petinju.

(Hendra Setiawan / CN26)

Comments

comments