Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Pertina Jateng Akan Panggil Dua Petinju Tambahan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pertina Jateng berencana memanggil dua petinju tambahan sebagai lawan tanding, dalam persiapan menghadapi PON XIX/Jabar 2016. Kedua petinju itu, Clement Kahewa (57kg) dan Dini Alimah Saputri (45kg youth). Sebelumnya, Jateng hanya meloloskan empat petinju dalam Pra-PON di GOR Oepoi, Kupang, NTT, Oktober lalu.

Mereka adalah Aldila Eka S kelas 48 kg putri, Marnia (51 kg putri), Ari Marsiana (64 kg putri), dan Musa Cahyadi (49 kg putra). Sementara delapan petinju lainnya tak lolos. Clement yang gagal di Pra-PON akan dipanggil lagi dan diproyeksikan sebagai lawan tanding Musa Cahyadi (49kg putra) dan Ari Marsiana (64kg putri).

Sementara Dini Alimah Saputri merupakan petinju Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng. Dia akan menjadi tandem bagi Aldila Eka S (48kg putri). ”Kami berencana memanggil dua petinju tambahan untuk mendampingi atlet pelatda. Kemungkinan terbesar, yakni Clement dan Dini Alimah. Namun, kami akan matangkan kembali dengan tim pelatih jelang pelaksanaan pelatda,” ujar Ketua Umum Pertina Jateng, Simon Legiman.

Pelatda tinju rencananya berlangsung awal Januari hingga pelaksanaan PON di Jabar. Simon mengakui, Jateng harus kerja keras bila tak ingin pulang dengan tangan hampa. Selain hanya meloloskan sedikit petinju, pengalaman tampil di kancah nasional juga masih kurang.

Pengurus pun menolak tawaran menggunakan pelatih asing seperti pada kebijakan KONI Jateng. Simon mengungkapkan, setelah melakukan survei, tidak ada pelatih asing yang cocok dengan karakter petinju Jateng. Karena itu, akan sia-sia bila tetap memaksakannya.

”Ketua Harian Pertina Jateng Sudarsono dan Sekum Soedjatmiko sudah melakukan survei pelatih asing, namun tidak ada yang cocok dengan karakter petinju Jateng. Karena itu, kami akan maksimalkan pelatih lokal, seperti Muhar Sutan,” sambung mantan Manajer Tim PSIS itu.

Pengurus pun tak mematok target muluk-muluk. Simon mengatakan, dapat membawa pulang satu medali emas akan sangat berharga. Hal ini gagal diwujudkan pada PON XVIII/Riau 2012 lalu. Meloloskan 14 petinju ke PON, Jateng hanya pulang dengan dua perak dan dua perunggu.

(Hendra Setiawan / CN26)

Comments

comments