Pembalap Indonesia, Sean Gelael (depan) saat beraksi pada sprint race F2 GP Bahrain, di Sirkuit Sakhir, Minggu (16/4). (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)

Pertamina Arden Raih Pelajaran Berharga dari Bahrain

Pembalap Indonesia, Sean Gelael (depan) saat beraksi pada sprint race F2 GP Bahrain, di Sirkuit Sakhir, Minggu (16/4). (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)

Pembalap Indonesia, Sean Gelael (depan) saat beraksi pada sprint race F2 GP Bahrain, di Sirkuit Sakhir, Minggu (16/4). (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)

SAKHIR, suaramerdeka.com – Balapan kedua, sprint race Formula 2 GP Bahrain di Sirkuit Sakhir, Minggu (16/4), tak berjalan mulus untuk Pertamina Arden. Setelah tampil gemilang naik podium kedua pada feature race sehari sebelumnya, Norman Nato (Prancis) gagal menambah angka karena kecelakaan.

Pun demikian rekan setimnya, pembalap andalan Indonesia, Sean Gelael juga gagal meraih poin, dengan kembali finis di urutan ke-17. Seri perdana F2 ini menjadi pelajaran yang amat berharga bagi keduanya untuk bangkit pada seri-seri selanjutnya.

Nato yang start dari posisi ketujuh, sempat menyodok ke posisi keempat. Sial bagi pria 24 tahun asal Cannes tersebut. Ia gagal menyelesaikan putaran pertama setelah mobilnya keluar lintasan akibat tersenggol mobil Oliver Rowland (Inggris Raya) dari tim DAMS. ”Ini akhir yang sangat menyakitkan,” ungkapnya usai balapan sebagaimana keterangan tertulis kepada Suaramerdeka.com.

Adapun Sean yang memulai balapan dari posisi ke-17, sudah menunjukkan upaya keras guna merangsek ke posisi 10 besar. Pembalap 20 tahun tersebut, bisa memaksimalkan performa mobilnya untuk naik ke posisi ke-13. Sayang saat situasi membaik baginya, Sean harus masuk pit guna mengganti ban mobilnya yang mulai terdegradasi.

Akibatnya, posisi Sean melorot hingga peringkat ke-20. Upaya kerasnya hanya bisa menaikkan tiga posisi lebih baik pada akhir balapan. ”Jarak saya dengan pembalap lain sudah terlalu jauh, sehingga sulit untuk bisa menyusul ke barisan depan,” ungkapnya.

Tampil sebagai juara adalah Charles Leclerc (Monako) yang memperkuat Prema Racing. Star dari posisi keenam, ia merangsek ke posisi terdepan. Namun ia kembali melorot ke posisi 13 setelah memutuskan masuk pit guna mengganti ban. Dengan kondisi ban yang lebih baik, Leclerc menyusul para pembalap di depannya satu per satu.

Dua lap jelang finis, Leclerc sudah berada di posisi ketiga. Pada lap terakhir, ia menyalip Oliver Rowland kemudian <I>driver<P> Russian Time, Luca Ghiotto (Italia). Dengan hasil ini, Leclerc memimpin klasemen sementara dengan 36 poin. Disusul pembalap Russian Times, Artem Markelov (Rusia/28), lalu Rowland (20). Nato, Ghiotto, dan pembalap MP Motorsport, Jordan King (Inggris Raya) menyusul di peringkat berikutnya, sama-sama mengumpulkan 18 poin.

(Wahyu Wijayanto/CN39/SM Network)

Comments

comments