Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Persaingan Ketat Balap Kursi Roda

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Persaingan ketat terjadi di arena balap kursi roda dalam tes promosi-degradasi (prodeg) pelatnas yang digelar National Paralympic Committee (NPC) Indonesia untuk menghadapi ASEAN Para Games (APG) VIII/2015.

Bukan akibat banyaknya peserta yang bersaing di lintasan atletik Stadion Sriwedari Solo, Kamis (26/2). Namun karena kuota salah satu nomor di cabang atletik tersebut sangat minim.

“Paling banyak yang dikirim untuk balap kursi roda hanya dua orang, bisa saja satu orang, tapi yang ikut tes enam orang. Jadi persaingan secara rasio, sangat ketat,” kata pelatih balap kursi roda NPC, Abdul Azis.

Karena itu, persaingan untuk memburu tiket masuk tim inti pelatnas APG pada nomor tersebut sangat ketat. Mereka yang bersaing di nomor sprint 100, 200 dan 400 putra adalah Agus Suprayitno (kelas T53), Doni Yulianto (T53) dan Ahmad Saidah (T45).

Di kelompok putri terdapat Hani Pujiastuti dan Risma (keduanya T 54). Seorang lainnya adalah Zaenal, pendatang baru kelas T54 asal Jabar yang turun di jarak menengah, 800 dan 1.500 meter.

NPC Indonesia berencana mengirim 200 paralimpian yang akan bersaing dalam 11 cabang pada APG VIII/2015 di Singapura mendatang. Ada 250 paralimpian yang dipanggil dalam pelatnas tahap pertama yang dipusatkan di Kota Bengawan.

Namun menurut Kabid Perwasitan dan Pelatihan NPC Waluyo, terdapat tambahan sekitar 70-80 peserta baru nonpelatnas yang turut bersaing pada tes itu. “Jadi total 320-an lebih peserta tes,” ujarnya.

Kondisi berbeda justru terjadi di arena tes sepak bola CP atau 7 a-side football. Pelatih kepala cabang itu, Fadilah Umar bahkan mengaku belum mendapatkan pemain yang tepat untuk posisi kiper. Semula ada 14 pemain yang dipanggil NPC, tapi hanya 10 yang datang. Lalu ada tambahan sejumlah peserta nonpelatnas yang turut tes, tapi sebagian sudah dicoret karena tak memenuhi kebutuhan.

(Setyo Wiyono/ CN26)

Comments

comments