Foto: speedweek.com

Permasalahan Ban Jadi Kendala Lorenzo di MotoGP Ceska

Foto: speedweek.com

Foto: speedweek.com

BRNO, suaramerdeka.com - Hasil mengecewakan diraih Jorge Lorenzo di MotoGP Ceska setelah tak meraih poin kendati bisa finis. Di balapan itu, Lorezo terkendala ban motor sehingga sampai dua kali mengganti motor.

“Mereka (kru) tidak memahaminya (kondisi ban) karena saat saya menghentikan motor bagian ban yang rusak tengah menempel di aspal. Ban depannya (soft) terlihat sempurna, saat mereka menggeser motornya mereka baru mengerti kalau kondisi bannya seperti itu,” ucap Lorenzo.

Menghadapi balapan di sirkuit basah, Lorenzo sebenarnya memakai kombinasi ban yang sama dengan Rossi yakni perpaduan ban basah soft di bagian depan dan ban basah hard di belakang. Namun, hasil yang diraih berbeda, di mana Rossi jadi runner up, Lorenzo justru hanya bisa finis di urutan 17.

Lorenzo sendiri sempat dua kali mengganti motor, di mana yang pertama mengganti motor yang menggunakan ban kering. Padahal Lorenzo ketika itu sudah masuk lagi ke posisi 10 besar.

Perjudian di tujuh lap sebelum finis itulah yang membuat Lorenzo mengalami penurunan posisi. Kru Lorenzo di pit terlihat kebingungan dengan keputusan Lorenzo mengganti motornya. Terlebih dia ternyata cuma menggunakan motor dengan ban slick hanya satu lap.

Setelah satu putaran dia kembali masuk pit untuk kembali mengendarai lagi motornya yang pertama, yang sudah diganti bannya menggunakan ban basah baru. Dalam pernyataannya usai balapan, Lorenzo menyebut dia harus masuk pit untuk mengganti motor karena ban depannya sudah berada dalam kondisi sangat buruk.

“Mungkin karena itulah Ramon (Forcada – kepala kru) tidak paham kenapa saya ingin mengganti motor. Jadi saya berganti ke ban slick, lintasannya masih sangat basah, saya hanya ingin menuntaskan lap itu dan berganti motor lagi. Itu sebuah ketidakberuntungan, dengan ban ini kami tidak bisa menuntaskan balapan, seperti (Andrea) Iannone dan (Andrea) Dovizioso). Beberapa pebalap (yang memakai ban soft di depan) bisa, tapi saya tidak bisa. Saya mungkin menjadi yang paling cepat di saat itu, bersama dengan Cal dan Rossi, yang adalah pebalap tercepat di atas lintasan, dan saya merasa saya bisa lebih cepat lagi untuk bisa finis ketiga atau mungkin kedua,” terang Lorenzo.

Lorenzo secara khusus mengeluhkan ban soft Michelin yang terkoyak sangat parah. Selain Lorenzo, pebalap lain yang mengalami masalah yang sama adalah Andrea Iannone dan Scott Redding yang masing-masing menuntaskan balapan di posisi delapan dan 15.

“Tujuh lap sebelum balapan berakhir ban depan saya terkoyak jadi saya harus menggantinya. Mungkin setelannya yang salah? Tapi hal seperti ini tidak seharusnya terjadi. Pengalaman ini harus jadi pelajaran yang diambil oleh Michelin, untuk mencoba membuat ban yang berbeda sehingga ini tidak terjadi lagi.

“Kami bisa saja mengalami degradasi (ban), terutama di bagian sisi, tapi ada bagian-bagian yang yang terlepas dari ban, itu tidak seharusnya terjadi. Michelin bekerja keras, saya sadar mereka bekerja untuk meningkatkan feeling ban depan slick, dan mereka berhasil. Mereka juga berhasil memecahkan masalah ban belakang slick, tapi saat ini ban basah yang bermasalah,” keluhnya.

Gagal menambah poin sementara Rossi menjadi runner up membuat Lorenzo tergusur dari posisi dua klasemen. Juara dunia musim lalu itu kini mengoleksi 138 poin, kalah enam angka dibanding Rossi.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments