Foto: crash.net

Pergantian Ban di Saat yang Tepat Jadi Kunci Kemenangan Marquez

Foto: crash.net

Foto: crash.net

MISANO, suaramerdeka.com – Marc Marquez menilai, keputusannya mengganti ban slick di saat yang tepat menjadi kunci kemenangannya di MotoGP San Marino. Diakuinya, sebenarnya dia kalah cepat dari duo Yamaha dalam balapan di Misano itu.

“Saya pikir tidak ada yang mengharapkan hujan di balapan ini dan tidak seorang pun bicara soal hujan, tapi pada akhirnya saat mendung mulai datang, kami melihat kemungkinan kalau hujan akan turun. Bersama tim kami sudah merencanakan semuanya dan kami melakukan pekerjaan yang sempurna. Saat balapan sangat sulit memahami situasinya, terutama perubahan dari kering ke basah. Saat dari basah ke kering, sulit untuk melihat apakah lintasannya sudah benar-benar kering, kami tidak tahu karena aspalnya baru dan berwarna gelap,” papar Marquez usai balapan, di Crash.

Balapan Misano sendiri berlangsung dalam cuaca yang tak menentu. Di lap-lap awal, balapan yang awalnya kering berubah menjadi balapan basah dan namun di sepertiga terakhir race para pebalap kembali harus mengganti ban karena hujan berhenti dan permukaan trek mengering.

Mayoritas pebalap pun harus menjalani strategi dua pit dan pergantian kondisi lintasan dari basah ke kering menjadi moment yang menentukan. Marquez yang ketika itu ada di posisi tiga, di belakang Rossi dan Lorenzo, memutuskan untuk lebih dulu masuk pit dan berganti motor. Sementara di tengah lintasan duo Yamaha itu terus bersaing.

“Tim memberi tahu saya kalau itulah saatnya (masuk pit) dan itu sangat membantu saya. Itu keputusan yang tepat. Saya pikir hari ini Jorge lebih cepat dari saya dan juga Rossi dalam kondisi lintasan kering. Itu jadi balapan yang sulit dimenangkan, tapi kami punya kesempatan kecil,” kata pebalap asal Spanyol itu.

Lorenzo baru masuk pit dua lap setelah Marquez, sementara Rossi menyusul di putaran selanjutnya. Saat kembali ke trek, The Doctor kehilangan posisi terdepan sementara Lorenzo harus mengalami crash di tikungan 15.

Marquez menyebut dirinya mengganti motor di saat yang tepat, sesuai instruksi yang diberikan timnya. Itu disebutnya sangat berpengaruh besar karena duo Yamaha punya kecepatan yang lebih baik.

“Dari basah ke kering, feeling saya pada motor tidak terlalu baik dan Rossi lebih cepat dari saya juga Lorenzo. Tapi pada akhirnya, saya pikir kuncinya adalah balapan kembali lagi menggunakan ban slick dan kami melakukannya di momen terbaik,” lanjut Marquez.

Pada kelas MotoGP ini menjadi kemenangan pertama Marquez di San Marino. Poin penuh di seri ke-13 ini belum mengubah posisinya di urutan tiga klasemen dengan poin 184. Rossi sementara itu makin solid di puncak klasemen dengan poin 247, unggul 23 angka di depan Lorenzo.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments