MEMACU SEPEDA: Para pembalap PPLP Jateng memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan Solo, Selasa (28/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Performa Pembalap PPLP Meningkat

MEMACU SEPEDA: Para pembalap PPLP Jateng memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan Solo, Selasa (28/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Performa awak Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Balap Sepeda Jateng menunjukkan peningkatan. Salah satu indikatornya, dua dari enam pembalap pelajar dalam pusat pendidikan yang bermarkas di kawasan Punggawan Solo itu masuk dalam peringkat 10 besar klasemen umum Lomba Customs Cycling (LCC) Series 2015.

Keduanya adalah Irfan Lutfi dan Andriyan ”Dayat” Hidayat. Irfan yang tercatat sebagai atlet Pengkab Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Boyolali, menempati peringkat enam kelompok pemula putra (men youth) pada klasemen akhir tahun ini. Juara umum pemula diraih Terry Yudha Kusuma dari Advan CCC Jakarta.

Sementara Dayat (Pengkot ISSI Solo) berada di urutan tujuh yunior putra (men junior). Seri terakhir tahun 2015 ajang adu kebut yang diprakarsai Customs Cycling Club (CCC) Jakarta tersebut digelar di Temanggung, Jumat-Minggu (11-13/12). Juara umum kelompok itu milik Mohd Nur Aiman b Zarif dari Trengganu Team Malaysia.

”Jadi Irfan dan Dayat turut naik podium klasemen umum. Meski mewakili daerah masing-masing, tetapi kemampuan mereka digembleng PPLP Jateng,” kata pelatih PPLP Balap Sepeda Agus Sadiyanto, Selasa (15/12).

LCC digelar dalam tiga seri sepanjang tahun ini. Seri pertama di Cilacap (15-17/5), seri dua di Kuningan (21-23/8), serta seri terakhir di Temanggung.

Pada seri Temanggung, Dayat menembus lima besar pada tiga nomor yang digelar. Siswa SMA Batik 1 Solo itu meraih juara tiga individual road race (IRR), peringkat empat individual time trial  (ITT) dan urutan lima kriterium.
Selain Dayat dan Irfan, empat pembalap lain PPLP juga turut bersaing.

Mereka adalah Slamet Widodo (Sukoharjo) dan Nurul Fauzan (Tegal) di kelompok yunior, serta Muh Abdul Azis Romdhoni dan Harun (Karanganyar) di kelompok pemula. Menurut Agus, kendati tidak masuk 10 besar klasemen umum 2015, tetapi
empat pembalap lain asuhannya itu juga tidak mengecewakan.

”Seluruhnya sangat ngotot dalam persaingan, hanya masih kurang perhitungan tenaga. Harun yang baru kali pertama turun dalam lomba pun tidak putus saat IRR di jalur tanjakan,” ujar Agus.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments