PECAHKAN REKOR: Perenang Jateng Vina Wijaya saat tampil dalam sebuah kejuaraan di Kolam Renang Jatidiri, beberapa waktu lalu. Vina berhasil memecahkan rekor 200 meter gaya ganti perorangan putri Krapsi.(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

Perenang Jateng Makin Meyakinkan

PECAHKAN REKOR: Perenang Jateng Vina Wijaya saat tampil dalam sebuah kejuaraan di Kolam Renang Jatidiri, beberapa waktu lalu. Vina berhasil memecahkan rekor 200 meter gaya ganti perorangan putri Krapsi.(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

PECAHKAN REKOR: Perenang Jateng Vina Wijaya saat tampil dalam sebuah kejuaraan di Kolam Renang Jatidiri, beberapa waktu lalu. Vina berhasil memecahkan rekor 200 meter gaya ganti perorangan putri Krapsi.(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Performa perenang Jateng kian meyakinkan dalam beberapa kejuaraan yang diikuti. Terakhir, dalam ajang Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (Krapsi) 2015, akhir desember lalu, dua perenang Jateng yakni Felicia Angelica dan Vina Wijaya mampu memecahkan rekor kejuaraan tersebut.

Felicia memecahkan rekor di nomor 100 dan 200 meter gaya dada putri. Pada 100 meter gaya dada, Felicia mencatatkan waktu 1 menit 15,30 detik. Rekor sebelumnya, dipegang perenang provinsi ini yakni Kavita Chrisna dengan catatan waktu 1 menit 16,16 detik pada 2011. Begitupula pada 200 meter gaya dada, dia berhasil mematahkan rekor Kavita dengan catatan waktu 2 menit 40,43 detik dan sebelumya 2 menit 43,42 detik.

Sementara perenang muda Jateng Vina Wijaya juga mampu memecahkan rekor Krapsi di nomor 200 meter gaya ganti perorangan putri dengan 2 menit 29,79 detik. Torehan tersebut memperbaiki catatan waktu dari perenang Jakarta Sofie Kemala yakni 2 menit 29,83 detik di ajang yang sama 2013 lalu.

Pelatih renang Jateng Teguh Santoso mengatakan, torehan dua perenangnya itu menjadikan tim renang Jateng makin percaya diri menatap PON XIX 2016 Jabar, Oktober mendatang. “Ini menandakan persaingan di Jabar nanti akan semakin ketat. Dan saya yakin, anak-anak mampu bersaing bisa meraih hasil maksimal,” tutur Teguh, Rabu (13/1).

Untuk persiapan PON XIX, Teguh menyatakan, telah membuat beberapa program seperti fisik di luar dan dalam kolam. Dua hal itu sangat penting untuk menjaga konsistensi penampilan perenang. Grafik performa yang terus membaik ini, harus dipertahankan hingga ajang multicabang empat tahunan tersebut.

“Program yang diberikan, menjagha kondisi dan peningkatan. Diharapkan, saat PON XIX mendatang adalah penampilan puncak perenang Jateng. Daerah lain sangat maksimal dalam pelatda, bahkan mengadakan sentralisasi di luar negeri,” papar Teguh.

(Krisnaji Satriawan/CN39/SM Network)

Comments

comments