LIGA BASKET: Para pemain basket SMP 1 Kebumen dan SMP 3 Kebumen berebut bola dalam pertandingan perdana Liga Basket Kebumen (PBM) VI di GOR Gembira Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)

Perbasi Siap Gelar Liga Basket Kebumen VII

LIGA BASKET: Para pemain basket SMP 1 Kebumen dan SMP 3 Kebumen berebut bola dalam pertandingan perdana Liga Basket Kebumen (PBM) VI di GOR Gembira Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)

LIGA BASKET: Para pemain basket SMP 1 Kebumen dan SMP 3 Kebumen berebut bola dalam pertandingan perdana Liga Basket Kebumen (PBM) VI di GOR Gembira Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kebumen kembali akan menggelar Liga Basket Kebumen (LBM) VII tahun 2017. Turnamen bola basket pelajar tersebut siap digelar di GOR Gembira Kebumen pada 15-21 Februari mendatang.

Press Launching LBM 2017 digelar di Vittenan Resto Jalan HM Sarbini, Jumat (6/1) siang. Launching dilakukan oleh Ketua I Perbasi Kebumen. Devit Sapto Laksono yang mengundang para guru olahraga dan para pelatih basket.

Devit Sapto Laksono menargetkan, bola basket ini akan diikuti 66 tim atau 94 permainan. Tim tersebut terdiri atas SMP putra-putri, SMA putra-putri dan club putri-putri under 25 tahun.

“Khusus klub tidak hanya diikuti oleh tim dari Kebumen tetapi dari wilayah eks-Karesidenan Kedu dan Banyumas,” ujar Devit Sapto Laksono kepada Suara Merdeka di sela-sela acara.

Devit berharap jumlah peserta pada tahun ini meningkat. Pada LBM 2016 lalu diikuti sebanyak 45 tim. Dengan menerapkan sistem setengah kompetisi, turnamen tersebut memainkan sebanyak 80 game. Dalam sehari paling tidak berlangsung 13 game.

Pra Season

Guna meningkatkan semangat bertanding, sebelumnya Perbasi juga akan menggelar pra season LBM VII 2017. Pertandingan akan dibagi di tiga wilayah yakni di Kebumen timur, tengah dan barat. “Hal ini agar Liga Basket Kebumen tidak hanya diikuti oleh sekolah-sekolah yang berada di dalam kota saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Davit mengemukan perbedaan lain dalam pelaksanaan tahun ini. Yakni khusus bagi tim yang tahun 2016 masuk sebagai finalis, pemain hanya menggunakan kelas X dan XI. Sedangkan tim lain boleh menggunakan pemain kelas XII.

Devit menambahkan, event yang digelar tahunan itu merupakan yang ke tujuh kali. Melalui ajang ini, diharapkan dapat memacu sekolah untuk terus melakukan pembinaan utamanya di cabang basket.

“Kami terus mendorong sekolah untuk meningkatkan pembinaan olahraga hanya cabang bola basket,” imbuhnya.

(Supriyanto/CN39/SM Network)

Comments

comments