Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Perbasi Pusat Ancam Coret Jateng dari PON

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

YOGYAKARTA,suaramerdeka.com - Keikutsertaan tim basket Jateng dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jabar terancam setelah Pengurus Pusat (PP) Perbasi mengancam mencoret provinsi ini.

Tindakan PP pun merupakan ancaman balik dari Jateng sebelumnya yang bakal mundur sebagai tuan rumah 4th FIBA Asia U-16 Championship for Men 2015, 29 Oktober-7 November mendatang sebagai buntut mosi tak percaya datang terhadap kepemimpinan Danny Kosasih sebagai Ketua Umum PP Perbasi.

“Silakan saja kalau mereka mengancam mundur sebagai tuan rumah. Itu kan tanggung jawab mereka, kalau tetap tidak mau ya tidak usah ikut even dari PP sekalian saja seluruhnya, termasuk PON,” tegas Danny Kosasih, Senin (31/8).

Bahkan pria yang sempat membesut tim basket Satya Wacana Salatiga itu juga siap memindahkan lokasi penyelenggaraan 4th FIBA Asia U-16 Championship for Men 2015 ke daerah lain. “Kalau Jateng mengancam tak mau jadi tuan rumah, ya tidak masalah. Saya pindahkan saja ke Jakarta, beres semuanya,” tegas Danny.

Menurut dia, konflik antara dirinya dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi Jateng hingga berujung adanya mosi tak percaya terhadapnya, seharusnya bisa diselesaikan secara baik-baik. Kedua pihak pun dengan kepala dingin dapat berembug agar konflik tidak berkepanjangan.

“Kalau memang pengprov menghendaki saya mundur dari Perbasi ya saya mundur. Sebagai ketua itu saya mau adil, saya itu orang Jateng, apakah saya mau mateni Jateng juga,” jelasnya.

Konflik antara PP Perbasi dan Pengprov Perbasi Jateng berawal dari ketidakpuasan provinsi ini terhadap kebijakan Danny Kosasih saat Kejurnas Basket KU-16 di Jakarta, pekan lalu. Danny dianggap punya standar ganda dalam hal sepele yakni jersey tim basket putri Jateng yang dipermasalahkannya.

(Gading Persada / CN26)

Comments

comments