Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Penundaan Porprov 2017 Segera Disikapi

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Usulan penundaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XIV di Tegal segera disikapi KONI se-eks Karesidenan Surakarta.

Ketua-ketua KONI dari Solo, Sukoharjo, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Wonogiri dan Klaten Raya itu akan bertemu guna menyamakan pemikiran berkait rencana KONI Jateng untuk memundurkan pelaksanaan pesta olahraga empat tahunan tersebut dari agenda semula 2017 menjadi 2018.

”KONI Jateng berencana mengadakan rapat anggota pada 31 Januari mendatang. Maka sebelum rapat anggota itu, para Ketua Koni di wilayah eks Karesidenan Surakarta akan melakukan pertemuan dulu untuk menyamakan persepsi bersama,” kata Koordinator Forum KONI se-Solo Raya, Gatot Sugihartono, Selasa (20/1).

Pria yang juga Ketua Umum KONI Solo itu menambahkan, penundaan tersebut mengandung banyak konsekwensi terhadap persiapan daerah-daerah di Jateng yang akan mengirimkan kontingennya untuk mengikuti <I>multievent<P> tersebut.  Skedul penempaan atlet yang sudah disusun sejak awal dan berlangsung di kota/kabupaten, dipastikan bakal berubah.

Menurut Gatot, salah satu perubahan yang bakal memberatkan daerah-daerah yakni berkaitan dengan urusan anggaran pembinaan bagi para atletnya. Sebab beberapa daerah mulai mengalokasikan insentif bagi atlet dan pelatih dalam kontingennya pada tahun ini.

”Kalau Porprov mundur setahun, tentu akan terjadi pembengkakan anggaran. Di sisi lain, para atlet yang diproyeksikan untuk bertanding pada pesta olahraga tahun 2017, sebagian akan teradang masalah pembatasan usia. Ini berdampak pada hilangnya kesempatan sebagian di antara mereka untuk menunjukkan prestasinya,” tutur Gatot.

Penundaan Porprov yang direncanakan digelar di Tegal tersebut disampaikan Wakil Ketua I KONI Jateng Sukahar beberapa waktu lalu. Alasannya, pada 2017 ada dua agenda besar di Jateng yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan PON Remaja yang butuh butuh tenaga, pemikiran dan pendanaan tak sedikit. ”Tak semudah itu untuk mengundurkan agenda Porprov, karena berdampak besar bagi daerah-daerah pula,” tandas Gatot.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments