Foto: suaramerdeka.com / Joseph Army Sandhoko

Pengprov PBVSI Jateng Fokus Bina Bibit-bibit Pevoli Muda

Foto: suaramerdeka.com / Joseph Army Sandhoko

Foto: suaramerdeka.com / Joseph Army Sandhoko

SEMARANG, suaramerdeka.com – Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono terpilih sebagai Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (Pengprov PBVSI) Jawa Tengah untuk periode 2016-2020. Dalam sambutannya seusai prosesi pelantikan, Kapolda menegaskan akan fokus membina bibit-bibit pevoli muda mulai dari tingkat sekolah dasar.

“Saya meminta bantuan Babinkantibmas mulai dari tingkat Polsek hingga Polres untuk memantau perkembangan bibit-bibit pevoli muda yang potensial dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Tentunya yang kami utamakan para pevoli yang memiliki postur tubuh tinggi,” ujar Condro di Gedung Gradhika Bakti Praja, Rabu (10/5).

Ke depan menurut Condro, para pevoli yang telah terpilih akan mendapat kemudahan biaya pendidikan dan apabila berprestasi akan disalurkan ke klub-klub bola voli terbaik di Jateng. “Langkah-langkah demikian saya rasa perlu untuk kembali menggairahkan olahraga bola voli di Jateng, dan tentu saja regenerasi pevoli tidak akan berjalan lancar, bila tidak disiapkan sejak dini dengan penguasaan teknik bermain yang baik dan postur yang tinggi,” imbuh Condro yang hadir didampingi Sekum PBVSI Jateng Sri Puryono.

Ketua PB PBVSI Komjen Purn Imam Sudjarwo mendukung seluruh upaya untuk memajukan olahraga bola voli di Jateng. Menurutnya bola voli merupakan olahraga populer kedua setelah sepak bola, dan Jateng merupakan salah satu penyumbang pevoli-pevoli nasional terbaik hingga saat ini.

“Sekarang tinggal keseriusan para pengurus dalam membina para pevoli. Jateng dianugerahi bakat-bakat pevoli luar biasa tinggal bagaimana cara mengaturnya saja, sehingga tim bola voli Jateng bisa kembali meraih prestasi tertinggi,” tutur Imam.

Selain menyampaikan dukungannya, Imam juga menekankan perubahan misi strategis olahraga bola voli yang tidak hanya ditujukan untuk pembinaan prestasi dan membangun karakter bangsa saja, tetapi bisa menjadi salah satu instrumen membangun wisata di daerah.

(Joseph Army Sandhoko / CN26)

Comments

comments