Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Pemkot Semarang akan Bangun Sirkuit

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pemkot Semarang berencana menambah infrastruktur olahraga. Setelah pembanguan Gelora Tri Lomba Juang di Mugas yang saat ini sedang berjalan, Ibu Kota Provinsi Jateng berencana membuat sirkuit balap permanen di daerah Mijen.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, pembuatan Detail Engineering design (DED) sirkuit di Mijen akan bersamaan dengan renovasi Stadion Citarum. Bila DED sudah rampung, tahap pelelangan dan pembangunan dapat segera berjalan.

”Di Mijen tanahnya masih luas, jadi lokasi pembuatan sirkuit mengarah ke sana. Untuk pembangunan sirkuit, pemerintah menganggarkan sekitar Rp 40 – Rp 50 miliar, yang semuanya melalui APBD Kota Semarang,” ujar mantan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng itu.

Sebenarnya, Kota Lumpia masih memiliki sirkuit Tawang Mas di komplek PRPP yang dibangun sekitar tahun 90-an. Tawang Mas memiliki panjang lintasan 1.164 meter dan lebar 17 meter. Terdiri dari dua lintasan lurus, masing-masing sepanjang 425 meter dan lingakaran berdiameter 90 meter.

Awalnya, sirkuit tersebut sering digunakan menggelar road race yaitu balap motor yang mengadaptasi dari balap jalan raya dan diterapkan di sirkuit. Kemudian, drag race, yakni adu cepat trek lurus sejauh 201 meter/ 402 meter, baik untuk mobil dan motor. Kompetisi slalom juga sering digelar.

Namun, beberapa tahun belakangan, pemanfaatan sirkuit tersebut tak maksimal. Saat hujan maupun rob, di sisi timur sirkuit sering kali tergenang air, sehingga aspal rusak. Karenanya, hanya sisi barat saja yang dapat digunakan untuk tempat bertanding.

Adapun rencana pembangunan sirkuit baru sudah digembor-gemborkan sejak tahun lalu. Pencarian tempat baru yang layak untuk membangun sirkuit menjadi persoalan mendasar. Karenanya, hingga tahun ini, rencana tersebut tak juga terealisasi.

Menempatkan pembangunan sirkuit di daerah Mijen juga bukan tanpa masalah. Pasalnya, beberapa wilayah di daerah tersebut merupakan daerah peresapan air dan penghijauan. Namun, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang ditemui belum lama ini, menyebut tempat di Mijen sudah ada. ”Kami akan membuat Detail Engineering Design (DED) sirkuit di Mijen. Bila tidak ada masalah, pembangunan akan langsung dilakukan,” tandasnya.

(Hendra Setiawan / CN26)

Comments

comments