TERBANG: Crosser Solo Ivan Harry Nugroho terbang dalam sebuah kejuaraan motocross di Sirkuit Goro Assalam, Kartasura, beberapa waktu lalu. Dia termasuk nominator IMI Jateng Award 2014. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Pembalap Solo Nominator IMI Jateng Award

TERBANG: Crosser Solo Ivan Harry Nugroho terbang dalam sebuah kejuaraan motocross di Sirkuit Goro Assalam, Kartasura, beberapa waktu lalu. Dia termasuk nominator IMI Jateng Award 2014. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

TERBANG: Crosser Solo Ivan Harry Nugroho terbang dalam sebuah kejuaraan motocross di Sirkuit Goro Assalam, Kartasura, beberapa waktu lalu. Dia termasuk nominator IMI Jateng Award 2014. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Dua pembalap motor Solo, Agus “Iwan” Setiawan dan Ivan Harry Nugroho masuk daftar nominasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng Award 2014. Iwan merupakan juara kelas MP1 Region II Kejurnas Motoprix 2014, sementara Ivan telah malang-melintang berbagai ajang nasional motocross.

“Ivan menempati peringkat lima Kejurnas Motocross 2014, serta menjadi yang terbaik di Jateng. Maka dia layak mendapatkan penghargaan dalam rangkaian Rakerprov IMI Jateng di Temanggung, 17 Januari mendatang,” kata Kabid Olahraga Motor pada Pengprov IMI Lilik Kusnandar, Minggu (4/1).

Menurutnya, sejumlah atlet lain juga menjadi nominator penerima penghargaan tersebut di antaranya juara nasional grasstrack 2014 Rizky Haka (Wonosobo), serta juara nasional drag bike dan peraih peringkat empat kejuaraan drag bike tingkat ASEAN di Thailand Hendra Kecil (Magelang). Selain itu, Hery Agung asal Semarang yang merajai berbagai <I>event drag race<P> di level nasional juga mendapatkan apresiasi atas sederet prestasinya.

Pembalap Wanita

Tak hanya mereka yang telah menggenggam gelar juara di level puncak, beberapa pembalap pemula dengan potensi apik pun masuk daftar calon penerima penghargaan. Lilik menyebut atlet wanita asal Karanganyar, Diana Crystal Lukmawati (CL) sebagai salah satunya.

“Diana CL merupakan satu-satunya pembalap wanita yang beberapa tahun terakhir muncul di Jateng. Dia sering menembus tiga besar kelas matic di berbagai ajang balap motor di Indonesia. Jadi dia layak mendapat <I>award<P> khusus,” jelas Lilik.

Pria yang juga Ketua Pengkot Federasi Olahraga Balap Motor (FOBM) Solo itu berharap, pemberian penghargaan tersebut dapat memacu kemunculan bibit-bibit pembalap wanita dari sejumlah daerah di Jateng. Menurutnya, sekitar belasan tahun lalu pernah ada sejumlah atlet balap motor wanita di Jateng, namun kemudian generasi selanjutnya terputus.

Lilik menambahkan, penghargaan juga bakal diberikan kepada sejumlah mantan pembalap berprestasi asal Jateng, serta kalangan yang selama ini sangat peduli terhadap kemajuan olahraga otomotif tersebut.

(Setyo Wiyono/CN39)

Comments

comments