SPRINT: Para atlet PPLP Balap Sepeda Jateng melakukan sprint dalam latihan pada jalur menuju lereng Gunung Merapi di kawasan Musuk Boyolali, Rabu (9/12). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Pembalap PPLP Wakili Daerahnya

SPRINT: Para atlet PPLP Balap Sepeda Jateng melakukan sprint dalam latihan pada jalur menuju lereng Gunung Merapi di kawasan Musuk Boyolali, Rabu (9/12). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SPRINT: Para atlet PPLP Balap Sepeda Jateng melakukan sprint dalam latihan pada jalur menuju lereng Gunung Merapi di kawasan Musuk Boyolali, Rabu (9/12). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Para atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Balap Sepeda Jateng akhirnya dikembalikan ke daerahnya masing-masing untuk bertarung pada Lomba Customs Cycling (LCC) Seri XIX/2015 di Temanggung, Jumat-Minggu (11-13/12). Ketiadaan dana try out membuat pihak PPLP Jateng mengambil keputusan tersebut.

“Semua atlet tetap berangkat, tetapi membela daerahnya sendiri-sendiri. Meski demikian, saya akan tetap memantau dan mendampingi mereka saat lomba nanti,” kata pelatih PPLP Agus Sadiyanto, Kamis (10/12).

Awak PPLP yang bermarkas di kawasan Punggawan Solo tersebut adalah Andriyan Hidayat (Solo), Slamet Widodo (Sukoharjo), Muh Abdul Azis Romdhoni dan Harun (Karanganyar), Irvan Lutfi (Boyolali), serta Nurul Fauzan (Tegal). Mereka bertolak meninggalkan Kota Bengawan, siang kemarin. Namun para pembalap pelajar itu urung menggenjot sepeda dari Solo ke Temanggung seperti rencana semula.

“Ada teman yang bersedia membantu mengangkut sepeda para atlet. Lagi pula, kalau menggenjot sepeda sendiri terlalu siang karena pagi harinya mereka masih sekolah,” ujar Agus.

Yunior dan Pemula

Para atlet yang rata-rata masih duduk di bangku SMA itu akan terbagi dalam dua kelompok. Andriyan Hidayat, Slamet Widodo dan Abdul Azis akan bersaing di kelas yunior, sementara Nurul Fauzan, Irvan Lutfi dan Harus beradu kebut di kelas pemula.

Mereka akan mengikuti tiga nomor yang bakal digelar, yakni individual time trial (ITT) yang dijadwalkan berlangsung Jumat (11/12), individual road race (IRR) pada Sabtu (12/12) dan kriterium di hari Minggu (13/12).

“Tekad pribadi saya bisa naik podium di nomor ITT dan road race. Mudah-mudahan dapat terpenuhi, karena persaingan biasanya berat, terutama menghadapi pembalap dari tim-tim Malaysia,” kata Andriyan.

Gelar juara dua road race yunior yang diraih pada kejurnas tanjakan Alpen Trophy di Bandung, Sabtu-Minggu (5 6/12), menjadi bekal motivasi bagi dirinya untuk kembali menembus papan atas di LCC Temanggung. “Tapi saya harus berjuang maksimal untuk mewujudkannya,” tambah dia.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments