Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Pembalap PPLP Kuasai Podium di Tegal

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Para atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Balap Sepeda Jateng menguasai podium pada balapan Tegal Night Criterium, Sabtu (19/12). Lima dari enam pembalap pusat pendididikan yang bermarkas di kawasan Punggawan Solo itu, masuk tiga besar di kelas yunior dan pemula pada ajang balapan malam hari yang digelar di jalur lingkar utara (jalingkut) Tegal tersebut.

Di kelas yunior, gelar juara disabet Slamet Widodo (asal Sukoharjo), disusul Andriyan Hidayat (Solo) dan Muh Abdul Azis Romadhoni (Karanganyar) dalam ajang adu kebut sepanjang 12 laps tersebut.

Sementara di kelas pemula, Nurul Fauzan (Tegal) menjadi kampiun, didampingi Irfan Lutfi (Boyolali) di posisi kedua pada balapan sebanyak enam laps. Pembalap yang masih menempuh studi di bangku SMP, Harun (Karanganyar) menempati peringkat lima.

“Semangat anak-anak luar biasa, padahal mereka hampir tak ada waktu istirahat setelah perjalanan jauh. Sabtu pagi mereka baru berangkat dari Solo, itu pun seusai menjalani tes fisik di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS-red),” kata manajer PPLP Balap Sepeda Jateng, Paulus Kristono.

Tantangan

Balapan Sabtu malam Minggu tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi awak PPLP Jateng. Mereka agak samar membaca rute, karena sebagian lampu di lintasan lomba, padam. Kendati demikian, semangat dan perjuangan keras membuat para pembalap remaja tersebut bisa mengeluarkan seluruh potensinya.

“Alhamdulillah hasil ini sesuai harapan kami. Semangat tinggi jadi modal saya dan teman-teman. Sebab, kami tiba di Tegal langsung start setelah perjalanan dari Solo,” kata Andriyan Hidayat.

Atlet yang akrab disapa Dayat itu mengaku lebih suka beradu kebut siang hari, karena seluruh kemampuan dapat dikeluarkan secara maksimal. Perhitungan persaingan dengan rival-rivalnya juga dapat lebih mudah dicermati.

“Kalau malam, pandangan terbatas karena tidak seluruh lintasan, cukup cahaya. Pada persaingan tadi, saya juga sempat mewaspadai Yuda, pembalap asal Kuningan. Tapi dia akhirnya berada di urutan empat yunior,” tuturnya.

Pelatih PPLP Jateng Agus Sadiyanto menyatakan, hasil yang dicapai anak-anak didiknya tersebut sesuai kalkulasi awal. “Anak-anak bisa menunjukkan prestasi positifnya, pada beberapa lomba di pengujung tahun ini, mulai Alpen Trophy, LCC Series dan terakhir di Tegal,” ujarnya.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments