MEMACU SEPEDA: Para pembalap PPLP Jateng memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan Solo, Selasa (28/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Pembalap PPLP Ditempa di Velodrome

MEMACU SEPEDA: Para pembalap PPLP Jateng memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan Solo, Selasa (28/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

MEMACU SEPEDA: Para pembalap PPLP Jateng memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan Solo, Selasa (28/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Sejumlah pembalap muda Kota Bengawan serta atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Balap Sepeda Jateng yang bermarkas di Solo, ditempa di velodrome Manahan, Selasa-Rabu (28-29/7).

Mereka digembleng dalam latihan speed maksimal, guna menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Balap Sepeda khusus nomor-nomor track yang akan digelar di velodrome Diponegoro Semarang, 8-9 Agustus mendatang. “Anak-anak PPLP tentu juga turut bersaing membela daerah masing-masing, maka sekaligus mereka saya siapkan bersama atlet-atlet muda Solo,” kata pelatih PPLP Balap Sepeda Jateng, Agus Sadiyanto, Rabu (29/7).

Para atlet pelajar yang ditempa tersebut adalah Adriyan Hidayat (Solo), Moh Abdul Azis Romdhoni (Karanganyar), Slamet Widodo (Sukoharjo), Irfan Lutfi (Boyolali), Nurul Fauzan (Tegal) dan Harun (Karanganyar). Selain Adriyan Hidayat, atlet muda Solo yang juga dipersiapkan untuk beradu kebut di Semarang antara lain Reno Saputra, Topan Arta dan Sindhu Ardiyanto.

“Jika belum bisa menembus tiga besar, paling tidak mereka bisa mendapat tambahan pengalaman dalam persaingan di Semarang nanti,” ujar, Agus yang juga pelatih Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Solo.

Atlet Non-Pelatnas

Berdasarkan informasi yang dia peroleh, ajang track di Kota Lumpia nanti sekaligus digunakan Pengprov ISSI Jateng guna menyeleksi para atlet untuk menyusun tim menghadapi prakualifikasi PON XIX/2016. Prakualifikasi PON balap sepeda rencananya diselenggarakan di Jabar, awal September mendatang.

“Sebenarnya Solo juga memiliki pembalap senior, yakni Endra Wijaya yang kini berstatus sebagai atlet pelatnas. Tapi ketentuan dalam lomba di Semarang nanti dikhususkan bagi atlet-atlet non-pelatnas. Jadi Endra tidak turut bersaing,” tutur Agus.

Selain berlatih di velodrome, selama ini para atlet muda tersebut juga rutin ditempa dalam latihan di jalur jalan raya. Rute rolling dan tanjakan menjadi menu rutin para pembalap yang sebagian besar masih belajar di bangku SMA tersebut.

(Setyo Wiyono/CN39)

Comments

comments